Keamanan Puskesmas Maccini Sawah Tak Memadai, Kasus Pencurian Terus Berulang

Keamanan Puskesmas Maccini Sawah Tak Memadai, Kasus Pencurian Terus Berulang

K
Kamsah
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Makassar – Keamanan Puskesmas Maccini Sawah tidak memadai, akibatnya kasus pencurian terus berulang. Minimnya dana Puskesmas dinilai jadi sebab belum ada perbaikan.

Kepala Puskesmas Maccini Sawah, dr Adriati Arisakti mengeluhkan keamanan di wilayahnya. Tinggi pagar Puskesmas yang tak sampai 1 meter memudahkan para pencuri untuk melompat masuk.

“Kebetulan wilayah kami memang agak rawan, dan kedua pengamanan kami memang kurang, apalagi tinggi pagar hanya segini (kurang 1 meter),” ujar dr Adriati, Selasa, 10 Agustus 2021.

Belum lagi masalah layanan fasilitas Puskesmas yang serba mini, hingga anggaran yang belum cair.

“Ini bikin pusing saya, kalau yang lainnya bisa di manage dengan inisiatif sendirilah, bagaiamana caranya pelayanan tetap baik,” jelasnya

Ia mengatakan fasilitas Puskesmas yang dicuri mulai dari TV, Wifi, Running Text, hingga berangkas.

“Bahkan berangkas sempat dirusak mereka kira ada uang di dalamnya. Padahal pintu kami sudah dipasangi besi,” ungkapnya.

“Saya inisiatif memasang CCTV, tapi staf saya bilang selama pagar belum ada jangan berharap bisa aman susah,” sambungnya kemudian.

dr Yati, sapaannya, mengaku telah mengusulkan agar Puskesmas yang terletak di Kelurahan Maccini, Kecamatan Makassar tersebut segera. direnovasi.

“Saya sudah mengusulkan agar Puskesmas dibangun, selain itu ukuran Puskesmas kami juga kecil, dengan jumlah pasien yang datang biasa tidak tertampung,” terangnya.

Ia mengatakan lemahnya keamanan berbanding lurus dengan kurangnya dana Puskesmas. Bahkan untuk membayar kebutuhan listrik, menggunakan dana pribadi petugas Puskesmas.

“Kami di Puskesmas tidak punya dana maintenance, jadi kami pakai biaya sendiri untuk menutupi. Memang akan ada bantuan dana, tapi belum keluar, jadi sambil menunggu kita tutupi dulu,” tutupnya.

Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Makassar, dr. Hadija Iriani mengatakan saat ini kendala terbanyak yang dihadapi Puskesmas yaitu masalah anggaran.

“Kendala terbanyak itu anggaran, jadi memang dibutuhkan penganggaran, perhitungan itu mengacu pada usulan dari Puskesmas, lalu apakah dinas kesehatan membuka ruang untuk mereka memasukkan usulan,” ujarnya.

Iriani menjelaskan, jika ada tiga poin yang menjadi kendala utama di Puskesmas, yaitu Sumber Daya Manusia (SDM), infrastruktur, dan pendanaan.

“Saya kira ini masalah yang harus kita cari, dinas kesehatan harus membuka ruang, dan di pihak puskesmas juga harus mengusulkan yang porporsional dan rasional,” pungkasnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.