Terkini, Makassar – Nasib Rumah Sakit (RS) Jumpandang Baru di ujung tanduk. Pembangunannya yang direncanakan rampung tahun ini terancam mangkrak setelah kontraktor pemenang tender 2023 dimasukkan ke dalam daftar hitam.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, dr Nursaidah Sirajuddin, mengungkapkan kekecewaannya terhadap kontraktor yang dinilai tidak mampu menyelesaikan pekerjaan sesuai target.
“Kami sudah memberikan dua kali perpanjangan kontrak, namun tidak ada progres berarti yang dihasilkan. Akhirnya, kami memutuskan kontrak kerja sama dengan kontraktor pelaksana pada 27 Maret lalu,” ungkap dr Ida, sapaan akrabnya.
Upaya penyelamatan proyek senilai Rp9 miliar ini pun tak membuahkan hasil. Pihak Dinas Kesehatan telah berulang kali memanggil kontraktor untuk meminta komitmen penyelesaian, namun tak ada itikad baik dari pihak kontraktor.
“Kami sudah berusaha keras untuk menyelesaikan pembangunan RS ini. Tapi, karena tidak ada kemajuan yang signifikan, terpaksa kami putuskan kontraknya,” jelas dr Ida.
- Parmusi Sulsel Serukan Tabayyun Terkait Isu Jusuf Kalla
- DPRD Makassar Desak Dinas Pendidikan Larang Acara Perpisahan Siswa di Luar Sekolah
- BSI Gerakkan 10 Ribu Perempuan Selamatkan Bumi Lewat Aksi Tanam Pohon
- Pemprov Sulsel Matangkan RKPD 2027, Fokus Tekan Stunting dan Lindungi Kelompok Rentan
- Gubernur Sulsel Usulkan Sejumlah Proyek Jalan dan Jembatan Strategis ke Kementerian PU
Pembangunan RS Jumpandang Baru yang semula direncanakan rampung tahun ini terancam molor. Belum ada kepastian kapan proyek ini akan dilanjutkan.
“Progres pengerjaannya kami upayakan agar dimasukkan dalam anggaran perubahan kalau tidak, nanti dianggarkan di 2025,” tutup dr Ida.
Dampak Mangkraknya RS Jumpandang Baru
Mangkraknya pembangunan RS Jumpandang Baru akan berdampak besar bagi masyarakat di sekitar. Akses layanan kesehatan yang memadai akan terhambat.
Masyarakat di wilayah tersebut harus menempuh jarak yang lebih jauh untuk mendapatkan layanan kesehatan yang layak, terutama bagi mereka yang membutuhkan perawatan khusus.
Di sisi lain, mangkraknya proyek ini juga menjadi preseden buruk bagi kinerja Dinas Kesehatan Kota Makassar. Pasalnya, pembangunan RS sebelumnya, yakni RS Batua juga mengalami persoalan serupa. Hingga saat ini belum ada kejelasan setelah proyek tersebut dikorupsi.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
