Alat Tes Covid-19 Terbatas, Dinkes Makassar: Barangnya Tidak Ada

Kepala Dinas Kota Makassar Naisyah Tun Azikin

Terkini.id, Makassar – Terbatasnya jumlah alat tes menjadi salah satu kendala untuk mendeteksi penyebaran virus corona atau Covid-19 secara simultan dan berkelanjutan.

Hal itu juga ikut mempengaruhi grafik angka kasus Covid-19. Data per Jumat, 29 Mei 2020, kasus positif berjumlah 841, PDP sebanyak 801, dan ODP 1331 kasus.

Sementara data per Kamis, 28 Mei 2020, tercatat kasus positif Covid-19 yang sebanyak 814 kasus, PDP sebanyak 778, dan ODP 1308 kasus.

Kepala Dinas Kota Makassar Naisyah Tun Azikin mengakui pihaknya kesulitan untuk mendapatkan alat tes seperti rapid test dan polymerase chain reaction (PCR) test.

“Jangankan harga murah, kita mau beli dengan harga mahal barangnya tidak ada,” kata Naisyah di Posko Induk Covid-19 Makassar, Jalan Nikel, Jumat, 29 Mei 2020.

Menarik untuk Anda:

Dia mengatakan telah melakukan pemesanan alat test di sejumlah toko namun alatnya tak ada.

“Yang jelas kita sudah mau beli tapi barangnya tidak ada,” kata dia.

Terkait dengan anggaran Dinas Kesehatan, Naisyah mengatakan berjumlah Rp26 milliar. Namun dana tersebut terbagi dua, Rp11 milliar untuk Dinkes Makassar dan Rp14 milliar diperuntukkan untuk rumah sakit sakit di Makassar yang menangani pasien Covid-19.

“Uang sudah dimasukkan di rekening Bank Pembangunan Daerah tetapi itu tidak bisa dipakai bayar kalau barang tidak ada,” kata dia.

“Misalnya saya pesan 10 baru 9 yang masuk maka saya baru bayar kalau barangnya ada semua,” sambungnya kemudian.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Astaga 11 Pejabat Pemkot Makassar Mengundurkan Diri, Ada Apa ya?

Kadis Sosial Makassar Enggan Rinci Anggaran Bansos Penanganan Covid-19, MT: Biar Orang Memaki Saya

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar