Jokowi Minta Harga PCR Turun Rp300 Ribu, Pengelola Klinik Makassar: Tetap Untung

Jokowi Minta Harga PCR Turun Rp300 Ribu, Pengelola Klinik Makassar: Tetap Untung

K
Kamsah
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Makassar – Pemerintah bakal menjadikan tes Covid-19 dengan metode real time polymerace chain reaction (RT-PCR) sebagai syarat wajib untuk semua moda angkutan darat, laut, dan udara. 

Hal itu untuk mengantisipasi potensi ledakan kasus menjelang libur natal dan tahun baru.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendi mengatakan pemerintah meniadakan cuti bersama 24 Desember 2021. Hal itu kata dia, dilakukan untuk mencegah penularan Covid-19 yang belum bisa tuntas.

Merespons itu, Kepala BKPSDMD Kota Makassar Siswanta Attas mengatakan menunggu surat edaran dari pusat ihwal larangan cuti natal dan tahun baru.

“Kita tunggu edaran dari Kemenpan RB,” kata Siswanta singkat, Rabu, 27 Oktober 2021.

Baca Juga

Tak berselang lama, Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta harga tes PCR diturunkan menjadi Rp300 ribu.

Saat ini, Kementerian Kesehatan menetapkan tarif tertinggi pemeriksaan PCR sebesar Rp 495 ribu untuk pulau Jawa dan Bali, serta Rp 525 ribu untuk luar pulau Jawa dan Bali.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar dr Nursaidah Sirajuddin mengatakan saat ini pihaknya masih menunggu surat edaran dari Kementerian Kesehatan ihwal penurunan harga PCR. 

“Belum ada edaran dari Kemenkes soal penurunan harga PCR,” kata Ida, sapaannya, Rabu, 27 September 2021.

Oleh karena itu, Ida mengatakan pihaknya belum melakukan sosialisasi lantaran masih menunggu petunjuk teknis dari Kementerian Kesehatan. 

Saat ini, Kementerian Kesehatan tengah mengkaji kemungkinan penurunan harga batas atas tes PCR.

Salah satu pengelola klinik kesehatan swasta di Makassar, WS, mengaku siap mengikuti instruksi pemerintah jika harga PCR benar-benar diturunkan. 

Dia mengatakan, harga Rp300 ribu sudah cukup untuk menutupi biaya operasional tes PCR untuk memeriksa satu sampel.

“Kita pasti ikut instruksi. Kalau Rp300 ribu itu sudah cukup untuk pemeriksaan satu sampel, termasuk alat dan biaya tenaga kesehatannya,” ungkap dia.

WS mengaku, penurunan harga tersebut tidak terlalu berdampak signifikan dalam operasional kliniknya.

“Kalau dilihat rugi sebenarnya tidak juga karena sejak ditetapkan harga Rp500 ribu lebih saja kan sudah ada yang kasih harga Rp300 ribuan. Sudah ada untung dengan harga itu,” bebernya.

Dengan penurunan tarif tes PCR ini, WS berharap jumlah tes dan pelacakan kasus Covid-19 di tanah air bisa diperluas dan ditingkatkan untuk mengendalikan pandemi.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.