Kecewa dengan Penanganan Kasus Novel? Jangan Salahkan Jokowi

Terkini.id, Jakarta – Istana akhirnya menjawab kekecewaan sejumlah pihak terkait tuntutan jaksa terhadap terdakwa penyerang Novel Baswedan yang cuma dituntut satu tahun penjara.

Sebelumnya, Novel Baswedan mendesak Presiden Joko Widodo turun tangan dalam penanganan kasus penyiraman air keras terhadap dirinya tersebut.

Menurut Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu, Jokowi turut bertanggung jawab atas tuntutan hukuman satu tahun penjara bagi dua terdakwa penyiram air keras, Rahmat Kadir dan Ronny Bugis, yang diniliai terlalu ringan oleh banyak pihak.

Baca Juga: 4 Tahun Teror Siraman Air Keras, Novel Baswedan Bicara Soal...

“Keterlaluan memang, sehari-hari bertugas memberantas mafia hukum dengan UU Tipikor tetapi jadi korban praktek lucu begini, lebih rendah dari orang menghina. Pak @jokowi , selamat atas prestasi aparat bapak. Mengagumkan…,” tulis Novel dalam akun Twitter miliknya, @nazaqistsha, Kamis 11 Juni 2020 lalu.

Novel Baswedan selaku korban dalam peristiwa tersebut menilai, tuntutan ringan tersebut menunjukkan buruknya penegakan hukum di Indonesia karena norma keadilan diabaikan selama jalannya persidangan.

Baca Juga: Sindir Korupsi di DKI, Politikus PDIP: Novel Baswedan Lindungi Anies

Dalam sebuah wawancara dengan Najwa Shihab, Novel juga sempat menyebut bahwa tuntutan satu tahun tersebut seolah mengejek dirinya dan menghina presiden Jokowi.

Peristiwa penyiraman air keras yang dialaminya, dinilai merupakan penganiayaan level tinggi karena direncanakan, menggunakan air keras, serta menyebabkan luka berat.

Ia khawatir tanpa perhatian dari Kepala Negara, peristiwa yang dialaminya itu akan berulang, bahkan turut dialami oleh masyarakat lain.

Baca Juga: Bisa Rasakan Kekuatan Ilahi, Politikus PDIP: Novel Baswedan Akan Binasa

“Kalau pola-pola seperti ini tidak pernah dikritisi, tidak pernah diprotes dengan keras, dan kemudian Presiden juga membiarkan, saya sangat meyakini bahwa pola-pola demikian akan mudah atau banyak terjadi kepada masyarakat lainnya,” kata Novel.

Tanggapan Istana

Staf Khusus Presiden bidang Hukum Dini Purwono meminta pihak yang tidak puas dengan tuntutan satu tahun penjara bagi terdakwa penyerang Novel Baswedan, tidak menyalahkan Presiden Joko Widodo.

1 2 3 4
Selanjutnya
Sponsored by adnow
Bagikan