Bongkar Kebusukan Novel Baswedan, Eks Anak Buah: Dia Merekayasa BAP

Terkini.id, Jakarta – Eks anak buah Novel Baswedan, Bripka Donny Juniansyah membongkar kebusukan penyidik senior KPK itu kala masih menjabat sebagai Kasatreskrim Polda Bengkulu.

Pengakuan Bripka Donny terkait kelakuan Novel Baswedan tersebut diketahui lewat video wawancara yang ditayangkan Kompas TV dan sontak viral usai diunggah pengguna Twitter Cintada16, seperti dilihat pada Kamis 13 Mei 2021.

Dalam narasi unggahannya, netizen itu menyebut eks anak buah Novel Baswedan tersebut mengaku bahwa Novel telah merekayasa kasus tewasnya tersangka pencurian sarang burung walet kala masih menjabat Kasatreskrim Polda Bengkulu.

Baca Juga: Ombudsman RI Umumkan Hasil Pemeriksaannya Hari Ini, Novel Baswedan: Semoga...

“Seorang mantan anak buah Novel Baswedan saat masih menjabat sebagai Kasatreskrim di Polda Bengkulu mengaku Novel telah melakukan rekayasa kasus tewasnya tersangka pencuri sarang burung walet,” cuit Cintada16.

Bahkan, Bripka Donny Juniansyah juga mengaku sempat dianiaya Novel Baswedan lantaran menolak menandatangani Berita Acara Pemeriksaan (BAP) terkait kasus tersebut.

Baca Juga: KPK Minta Jakarta Beberkan Rincian Dana Bansos, Ferdinand Senggol Novel...

“Mantan anak buah tersebut mengaku sempat dianiaya Novel karena menolak BPA,” tulisnya.

Dilihat dari video itu, nampak Bripka Donny Juniansyah tengah diwawancara stasiun televisi Kompas TV.

Ia pun mengungkapkan bahwa Novel Baswedan membuat sebuah skenario penangkapan terhadap tersangka kasus pencurian sarang burung walet itu.

Baca Juga: Firli Beber Banyak Taliban di KPK, Novel Baswedan: Dia Bungkus...

“Dibuatlah skenario oleh Pak Novel bahwa seolah-olah tersangka itu setelah kami tangkap, kami bawa ke salah satu tempat untuk proses pengembangan untuk menangkap salah satu tersangka dan salah satu tersangka melompat dari kendaraan dan kami melakukan penembakan. Sehingga salah satu tersangka meninggal dunia,” ungkapnya.

Bripka Donny dan rekan-rekannya sempat melakukan protes kepada Novel Baswedan lantaran telah merekayasa kejadian meninggalnya salah satu tersangka dalam kasus itu.

“Dan itu kami protes ke pak Novel. Pada saat kami protes dengan BAP itu, pak Novel mungkin tidak terima seolah-olah tidak loyal dengan dia,” tuturnya.

Ia pun mengaku enggan menandatangani BAP yang telah direkayasa oleh Novel tersebut. Pasalnya, kata Donny, hal yang tertulis dalam BAP itu tidak sesuai dengan fakta sebenarnya yang terjadi di lapangan.

“Tetap saya tidak mau tanda tangan BAP itu karena bukan fakta yang sebenarnya,” ujar Bripka Donny.

Lantaran menolak menandatangani BAP kasus tersebut, Donny pun mengaku dianiaya oleh Novel Baswedan karena dianggap tidak loyal terhadap pimpinan.

“Karena mungkin saya dianggap tidak loyal dengan pimpinan, saya disuruh tanda tangan saya tidak mau, di situlah terjadinya pemukulan,” ujarnya.

Bagikan