Kedua Kalinya, Gus Nur Jadi Tersangka karena Kasus Penghinaan Nahdlatul Ulama

Gus Nur
Gus Nur. (Foto: Ayosurabaya)

Terkini.id, Jakarta – Bareskrim Polri sudah menetapkan Sugi Nur Rahardja alias Gus Nur sebagai tersangka atas kasus penghinaan terhadap NU. Sebelumnya, Gus Nur juga pernah tersandung kasus karena menghina NU.

Tercatat pada 12 September 2019, ia tercatat pernah dilaporkan koordinator Forum Pembela Kader Muda NU yang sekaligus Wakil Ketua Tanfidziyah PWNU Jatim.

Melansir dari detikcom, Gus Nur dalam video ceramahnya di Pesantren Karomah, Palu, Sulawesi Tengah pada 19 Mei 2019 dinilai menghina pemuda NU. Saat itu, ia menyebut generasi muda NU sebagai penjilat.

Atas laporan tersebut, Gus Nur kemudian ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Jatim pada 22 November 2018. Dalam kasus itu, Gus Nur tersangkut pasal 27 ayat (3) dan pasal 45 ayat (3) UU ITE.

Kasus hinaan generasi NU penjilat itu kemudian masuk persidangan pada 23 Mei 2019. Dan selanjutnya pada 24 Oktober, majelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya menjatuhkan vonis 1 tahun 6 bulan penjara. Vonis tersebut sendiri lebih rendah dari tuntutan jaksa yakni 2 tahun.

Menarik untuk Anda:

Meski telah dijatuhkan vonis penjara, namun majelis hakim tidak sepakat dengan perintah penahanan terhadap Gus Nur yang dituangkan dalam surat tuntutan. Sebab, ancaman hukumannya tidak bisa ditahan.

“Ancaman pasal tersebut tidak bisa ditahan. Sehingga majelis tidak sependapat dengan tuntutan penuntut umum yang meminta majelis hakim untuk melakukan penahanan pada terdakwa Gus Nur,” ujar hakim anggota Jihad Arkhauddin dalam sidang di Pengadilan Negeri Surabaya, waktu itu.

Atas vonis tersebut Gus Nur tidak terima dan mengajukan banding. Namun dalam bandingnya, Pengadilan Tinggi Surabaya menguatkan putusan PN Surabaya tetap dengan vonis 1 tahun 6 bulan penjara.

“Menguatkan putusan Pengadilan Negeri Surabaya tanggal 24 Oktober 2019 Nomor 1233/Pid.Sus/2019/PN Sby, yang dimohonkan banding tersebut,” putus majelis hakim dengan suara bulat.

Katib Syuriah PWNU Jatim KH Safruddin Syarif menilai ringannya vonis hukuman kepada Gus Nur yang pernah diterima membuatnya tidak kapok. Oleh sebab itu, ia berharap kepada penegak hukum agar menghukum Gus Nur seadil-adilnya agar membuatnya tidak lagi mengulangi ujaran kebencian kembali.

Namun Gus Nur kembali menyinggung NU. Gus Nur ditangkap di rumahnya di Pakis, Malang, Jawa Timur. Dia ditangkap pada Sabtu 24 Oktober 2020 pukul 00.00 WIB.

Gus Nur ditangkap atas laporan dari NU. Gus Nur dianggap telah menyebarkan informasi untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan yang bermuatan SARA dan penghinaan. Sat ini Gus Nur sudah ditetapkan sebagai tersangka.

“Sudah (berstatus) tersangka saat ditangkap,” kata Direktur Tindakan Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Slamet Uliandi kepada detikcom, Sabtu 24 Oktober 2020.

Ujaran Gus Nur tersebut disebarkan dalam akun YouTube MUNJIAT Channel pada 16 Oktober 2020.

Gus Nur menyebut sejumlah nama. Dia menyebut nama pegiat media sosial Permadi Arya atau Abu Janda, Ketua Umum GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas hingga Ketum PBNU Said Aqil Siroj.

“Jadi saya kok pusing dengerin di bus yang namanya NU ini. Ya tadi itu, bisa jadi keneknya Abu Janda. Bisa jadi kondekturnya Gus Yaqut. Dan sopirnya KH Aqil Siradj. Penumpangnya liberal, sekuler, PKI di situ numpuk,” ujarnya.

Namun Bareskrim masih menyelidiki motif Gus Nur diduga menyebarkan ujaran kebencian tersebut. “Motif masih dalam pendalaman,” ujarnya.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

BI Turunkan Suku Bunga Acuan 3,75 Persen, Ini Alasannya

Sindir Gus Miftah, Ustaz Maaher: Pengajian dengan Lonte Paling Menyenangkan

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar