Terkini.id, Makassar – Sejumlah daerah pelayanan yang disuplai air bersih oleh Instalasi Pengolahan Air (IPA ) 2 Panaikang saat ini sudah mulai terasa.
Kondisi air baku yang sudah mengalami penurunan sampai dengan 70 persen dari sungai Lekopancing Maros membuat instalasi IPA 2 Panaikang dan Instalasi III Antang praktis hanya bisa mengelola air baku hanya sampai dengan 50 persen.
Ini juga karena adanya tambahan air baku dari dari Sungai Moncong Loe dan Intake Mallengkeri.
Menurut Direktur Teknik Perumda (Imran Adnan) bahwa tambahan air baku dari sungai Moncong Loe ini sebenarnya sangat membantu, akan tetapi terkadang mengalami peningkatan tingkat kadar garam yang tiba-tiba di atas ambang batas yang dapat diolah sebagai air baku.
“Pada kondisi ini, maka penyedotan air baku harus disetop untuk tetap menjaga kualitas air minum kepada pelanggan-pelanggan kita,” terangnya.
- Investor Asal Jerman Siap Bangun PLTB 100 MW di Sidrap, Bupati: Ini Peluang Besar
- Wakil Ketua Komisi D DPRD Sulsel Siap Kawal Sengketa Lahan Warga Pinrang ke DPR RI
- Percepat Penurunan Stunting, Wakil Bupati Sidrap dan TP PKK Intensifkan PMT Berbasis Pangan Lokal
- Pelayanan Poliklinik Eksekutif RSUP Makassar Dikeluhkan Lamban dan Kurang Profesional
- Bupati Sidrap Serahkan Kunci Rumah Kepada Ibu Idawa
Instalasi II Panaikang yang mensuplai air ke Utara dan Timur Kota Makassar pada 5 kecamatan antara lain :
1. Kecamatan Ujung tanah
2. Kecamatan Tallo
3. Kecamatan Tamalanrea
4. Kecamatan Biringkanaya
5. Sebahagian kecamatan Panakkukang
Sementara, Instalasi III Antang melayani sebahagian besar Kecamatan Manggala praktis mengalami gangguan distribusi air bersih.
Untuk mengantisipasi dari permasalahan ini Perumda Air Minum Kota Makassar tetap menyiagakan 8 unit armada mobil tangki untuk mensuplai sejumlah daerah yang terkena imbas kekeringan ini.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
