PDAM Makassar Ajak Masyarakat Lestarikan Air Baku

Workshop Akses Air Berkelanjutan di Hotel Claro, Senin 25 Maret 2019
Workshop Akses Air Berkelanjutan di Hotel Claro, Senin 25 Maret 2019

Terkini.id, Makassar – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Makassar mengajak seluruh masyarakat melestarikan air baku. Agar kepentingan masyarakat akan air bersih selalu terpenuhi.

Hal ini diungkapkan Direktur Utama PDAM Kota Makassar Haris Yasin Limpo di Workshop Akses Air Berkelanjutan di Hotel Claro, Senin 25 Maret 2019.

Haris mengatakan, banyak kegelisahan yang terjadi dalam hal akses air. Khususnya pelayanan kepada masyarakat. Sementara PDAM sebagai perusahaan daerah yang diberi tanggung jawab melayani masyarakat juga sangat bergantung kepada sumber air baku.

“Penting masyarakat tahu ini,” kata Haris.

Kota Makassar tidak memiliki sumber air baku. Jadi harus mendapatkan pasokan dari Kabupaten Gowa dan Kabupaten Maros. Jika sumber air baku ini bermasalah, masyarakat atau pelanggan di Makassar otomatis akan merasakan dampaknya.

“Kita harus lestarikan sumber air baku mulai dari hulu sampai hilir. Untuk kepentingan jangka panjang. Bukan satu atau dua tahun saja,” ujarnya.

Haris mengatakan, cakupan layanan PDAM ke pelanggan di Kota Makassar sudah berkisar 78 persen. Tahun ini targetnya bisa mencapai 80 persen. Belum bisa 100 persen karena air baku PDAM yang tidak mencukupi. Produksi PDAM jadi terbatas.

“Pelanggan yang lokasinya berada di ujung pipa, sulit mendapatkan air. Karena tekanannya lemah,” kata Haris.

Untuk tetap melayani masyarakat, PDAM Makassar akan menggunakan strategi antar air. “Menggunakan mobil tangki,” katanya.

Hulu Sungai Jeneberang Diambang Kerusakan Parah

Suparji, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang
Suparji, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang

Suparji, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang mengatakan, kondisi lingkungan di hulu sungai Jeneberang diambang kerusakan parah. Hal ini akan berdampak kepada air baku yang dimanfaatkan oleh PDAM.

Untuk memperbaiki kualitas lingkungan di hulu, Suparji menghimbau masyarakat menanam pohon dan menghentikan aktivitas pertambangan yang merusak.

“Kita tanam pohon,” katanya.

Berita Terkait