Rupanya Zohran Mamdani mungkin di luar kesadarannya mengambil pesan ayat ini secara serius. Sebagai seorang Muslim, bagi Zohran ayat Al-Quran bukan sekedar bacaan ritual untuk mengakumulasi pahala. Tapi petunjuk hidup yang menjadi motivasi dan cahaya dalam menjalankan roda kehidupannya.
Kampanye yang bangun dan dipimpin oleh Zohran Mamdani bukan kampanye biasa. Tapi sebuah pergerakan grass roots (grass root movement) yang terbangun secara sistimatis dan solid.
Dari dukungan masyarakat hanya sekitar satu persen, bergerak dan menggerakkan massa (people) hingga di jam-jam terakhir sebelum pemungutan suara (election day) Zohran menjadi kandidat terkuat (front runner).
Pergerakan yang dibangun dalam waktu relatif singkat (sekitar 7 bulan) itu tidak sekedar memenangkan pemilihan penyisihan calon Partai Demokrat. Tapi menumbangkan kekuatan “establishment” dan status quo dengan kekuatan uang/Oligarki.
Mengalahkan seorang mantan Gubernur, warga putih/Italia, dengan dukungan penuh dari pembesar Partai seperti Bill Clinton, Bloomberg dengan dukungan dana besar.
- Semifinal AAS Cup II 2026 Digelar Hari Ini, Alumni Unhas Berebut Tiket Final
- Haji Mabrur Tak Hanya Ritual, Tetapi Juga Kepedulian Sosial
- Semarak Pasar Murah di Lokasi TMMD, Warga Arungkeke Palantikang Bersyukur Kebutuhan Pangan Terjangkau
- Momen Mengharukan, 16 Tahun Menanti, Syifa Akhirnya Dipeluk Sang Ibu
- Tingkatkan Kesehatan Mental, Tim BK S2 UNM Uji Program Psikososial-Spiritual Murid SD di Makassar
Faktor-faktor utama kemenangan Zohran Mamdani
Dalam perjalanan ke kantor pagi ini saya mencoba scroll berita-berita tentang pemilihan calon (primary election) di Kota New kemarin.
Banyak pihak yang shock dan hampir tidak percaya. Sebagian yang lain menilai dengan sinisme. New York Times misalnya pagi ini menyebutkan bahwa kemenangan Zohran tidak lebih karena kampanye Cuomo yang lemah dan membosankan. Bukan karena kekuatan dan kemampuan Zohran sendiri.
Bagi saya semua itu hanya ekspresi kekecewaan. Bahkan pada tataran tertentu kemarahan atas kekalahan calon yang mereka dukung.
Bayangkan seorang Cuomo, mantan Gubernur dan dukungan dinasti politik, warga putih keturunan Italia, salah satu segmen warga terkuat di Kota New York.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
