Terkini.id, Makassar – Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji Angkatan VIII Mandiri 2023 yang merupakan hasil kerjasama antara Kanwil Kemenag Sulsel dan UIN Alauddin Makassar resmi dibuka di Gedung Safha Asrama Haji Sudiang, Kota Makassar, Jumat, 29 September 2023.
Kepala Kanwil Kemenag Sulsel Drs. Khaeroni, M.Si mengatakan bahwa persoalan haji ini untuk ke depan tidak akan jauh berbeda dengan tahun kemarin, karena persentase jamaah lansia sama dengan tahun kemarin.
“Karena jatah untuk lansia kemungkinan tetap 75 persen. Jadi kita harus siap untuk menghadapi atau melayani jamaah lansia,” ungkapnya.
Selain itu, dia juga mengharapkan para pembimbing juga tetap mengedepankan layanan bimbingan haji dengan program moderasi beragama.
“Jadi para pembimbing harus memberikan pembimbingan secara komprehensif sehingga perbedaan yang biasa terjadi atau identitas kelompok tertentu harus bisa saling menyatu,” jelasnya.
- Unismuh Makassar Jadi Ruang Dialog Hilal, Muhammadiyah Paparkan KHGT
- Kamis 19 Maret 2026, Kemenag Sulsel Pantau Hilal 1 Syawal di Unismuh Makassar
- LAZ Bosowa Peduli dan Kanwil Kemenag Sulsel Teken MoU Pemberdayaan Berbasis Zakat, Salurkan Paket Pangan Ramadhan
- LAZ Hadji Kalla Bersama Kemenag Sulsel dan Baznas Beri Pemeriksaan Gratis untuk Lansia di Pulau Lakkang
- Kepala Kanwil Kemenag Sulsel Tutup Kegiatan Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji 2023
Kakanwil Khaeroni juga berharap agar para pembimbing bisa menjadi lidah penyambung atau perpanjangan tangan dari Kemenag dalam penyampaian informasi.
“Disamping kita berperan sebagai pembimbing haji, diharapkan juga nantinya bapak dan ibu bisa menjadi perpanjangan tangan dari Kemenag agar nantinya tidak terjadi miss komunikasi,” pungkasnya.
“Pemerintah juga berupaya untuk menghitung dana DAM yang diharapkan dibayarkan kepada panitia dan hasil kurbannya itu bisa dipulangkan di Indonesia agar bisa dibagikan ke masyarakat dan ini juga berfungsi untuk pencegahan stunting di Indonesia,” lanjutnya.
Dalam sambutannya, Prof. Hamdan Juhannis selaku Rektor UIN Alauddin Makassar mengatakan bahwa walaupun para peserta rata-rata memiliki ilmu yang tinggi, tetapi masih perlu hadir ditempat ini agar bisa sesuai dengan koridor yang telah ditetapkan, bukan hanya sekedar sertifikasi.
“Persoalan metodologi pembimbingan manasik harus masuk di bidang akademik. Jadi seorang profesional itu harus sudah masuk di akademik baru bisa dikatakan sebagai profesional,” kata Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof. Hamdan Juhannis.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
