“Ranah metodologi ini berfungsi untuk mengkonfirmasi pembimbingan ataupun pembelajaran yang telah dilakukan,” jelasnya lagi.
Dia juga menjelaskan terkait pembimbingan manasik ini tidak kalah pentingnya bagaimana cara mewujudkan konsepnya agar bisa sabar dalam menghadapi seseorang. Selain itu, pembimbing haji juga harus siap di kritik.
Pembimbing Haji harus bisa menjadi perpanjangan tangan dari Kementerian Agama agar bisa menjabarkan setiap kelompok-kelompok yang berbeda.
“Pembimbing haji harus bisa menjabarkan setiap kelompok yang berbeda, jangan sampai pembimbing haji malah jadi provokator dengan para jamaah,” tuturnya.
Prof. Hamdan juga berharap pembimbing juga harus bisa humoris terhadap para jamaah. Jadi nantinya para pembimbing harus bisa menjawab pertanyaan dari para jamaah dengan menyelipkan sedikit humor.
- Unismuh Makassar Jadi Ruang Dialog Hilal, Muhammadiyah Paparkan KHGT
- Kamis 19 Maret 2026, Kemenag Sulsel Pantau Hilal 1 Syawal di Unismuh Makassar
- LAZ Bosowa Peduli dan Kanwil Kemenag Sulsel Teken MoU Pemberdayaan Berbasis Zakat, Salurkan Paket Pangan Ramadhan
- LAZ Hadji Kalla Bersama Kemenag Sulsel dan Baznas Beri Pemeriksaan Gratis untuk Lansia di Pulau Lakkang
- Kepala Kanwil Kemenag Sulsel Tutup Kegiatan Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji 2023
“Bagaimana kita mengembangkan humor, kita harus belajar, kontekstual, tidak rasis, tidak ada ketersinggungan agar jamaah bisa rileks,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
