Terkini.id, Makassar – Kepala Perwakilan BI Provinsi Sulsel Budi Hanoto menjamin ketersediaan uang rupiah memadai selama periode Ramadan dan Idulfitri 1442 H.
“Kebutuhan masyarakat akan uang tunai pada periode Ramadhan dan Idul Fitri tahun 2021 diperkirakan sebesar Rp3,58 triliun, tidak jauh berbeda dari periode sebelumnya, tahun 2020 sebesar Rp3,59 triliun,” kata Budi Hanoto, Senin, 3 Mei 2021.
Besarnya penyediaan uang tunai tersebut didasari pertimbangan masih berlangsungnya pandemi Covid-19, aktivitas masyarakat yang masih terbatas, dan kebijakan larangan mudik.
Menurutnya, layanan penukaran uang rupiah kali ini akan dilaksanakan secara sinergi dengan perbankan melalui loket penukaran di kantor-kantor cabang yang berada di wilayah Sulawesi Selatan.
Dengan catatan mempertimbangkan perkembangan Covid-19 dan aspek protokol kesehatan masyarakat.
- BI Luncurkan Laporan Perekonomian Indonesia 2025, Bisa Diunduh di Tautan Ini
- Bulan Ekonomi dan Keuangan Syariah 2025, Sekprov Sulsel Dorong Skema Kredit Pesantren Tanpa Bunga
- Sepanjang 2025, Bank di Sulsel Sudah Temukan 2.424 Lembar Uang Diduga Palsu
- BI Riset Rantai Nilai Produk Perikanan Budidaya di Sulawesi Selatan, Ini Hasilnya
- BI Tegaskan Lagi, Uang Palsu yang Ditemukan di Gowa Kualitasnya Sangat Rendah dan Mudah Dikenali
Ia mengatakan layanan penukaran uang rupiah dilaksanakan melalui perbankan di wilayah Sulawesi Selatan, termasuk pada empat wilayah kas titipan yaitu Parepare, Palopo, Bone, dan Bulukumba dengan nilai total uang layak edar di semua pecahan yang disediakan sebesar Rp235,39 miliar.
“Layanan penukaran uang pecahan dan operasional Bank Indonesia lainnya akan berlangsung secara normal menjelang libur hari raya Idulfitri, dan sementara tidak beroperasi pada tanggal 12, 13, dan 14 Mei 2021,” tuturnya.
Kegiatan Bank Indonesia tersebut mencakup operasional Real-Time Gross Settlement (RTGS), Sistem Kliring Nasional (SKN), layanan kas, dan transaksi operasi moneter lainnya.
Selanjutnya pelaksanaan kegiatan operasional perbankan menjadi pertimbangan dan kewenangan masing-masing bank.
Ia mengatakan Bank Indonesia juga bersinergi dengan pemerintah untuk meningkatkan kesempatan masyarakat dalam memperoleh uang peringatan kemerdekaan Republik Indonesia ke-75 (UPK 75).
“Koordinasi dilakukan melalui layanan kas prima penukaran wholesale kepada Pemda dan stakeholder eksternal lainnya dimulai sejak tanggal 19 April sampai dengan 10 Mei 2021,” kata Budi.
Bagi mitra strategis Bank Indonesia seperti pemerintah daerah, Bank Indonesia mengeluarkan kebijakan layanan penukaran secara wholesale ataupun melalui bantuan perbankan yang bekerja sama dengan mitra strategis tersebut.
Sementara bagi masyarakat, penukaran UPK 75 dapat dilakukan di 38 perbankan yang berada di 77 titik yang tersebar di seluruh Sulawesi Selatan.
Di sisi lain, ia mengatakan pertumbuhan transaksi nilai dan transaksi non tunai juga diperkirakan akan terjadi seiring pertumbuhan transaksi tunai pada Ramadan dan Idulfitri tahun 2021.
“Tren digitalisasi transaksi pembayaran yang kian berkembang sejalan dengan maraknya moda belanja berbasis digital menggunakan uang elektronik yang tumbuh pesat,” ujarnya.
Tercatat peningkatan yang cukup signifikan terjadi pada nilai dan volume transaksi berbasis uang elektronik dari Rp162,46 miliar pada Maret 2020 menjadi Rp386,56 miliar pada Maret 2021 (atau meningkat sebesar 138 persen.
Kendati begitu, ia mengatakan ada kecenderungan peningkatan transaksi berbasis uang elektronik yang tidak diikuti dengan performa kanal pembayaran berbasis kartu kredit.
Tercatat kecenderungan penurunan nilai transaksi kartu kredit sebesar 15 persen (y-o-y) pada Maret 2021 menjadi Rp318,7 miliar sejalan dengan volume transaksi yang juga turun sebesar 9% (y-o-y) menjadi 338.906 transaksi.
Sementara itu untuk transaksi wholesale (RTGS) di Sulawesi Selatan mengalami kecenderungan peningkatan pada Maret 2021 dengan kenaikan sebesar 24,84% (y-o-y) sebesar Rp8,8T dari tahun sebelumnya yang hanya mencapai Rp7,1 triliun.
Terakhir, Bank Indonesia terus mendorong masyarakat untuk menggunakan transaksi pembayaran secara non-tunai baik melalui digital banking, uang elektronik, maupun pemakaian QR Indonesia Sandard (QRIS).
Perkembangan infrastruktur digital yang semakin berkembang diimbangi dengan kerangka aturan yang memadai telah mendukung terciptanya transaksi pembayaran non tunai dengan cepat, murah, mudah, aman, dan handal (cemumuah) sehingga mengarah pada terwujudnya less cash society.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
