Terkini, Makassar – Dunia sepak bola tanah air kembali diramaikan oleh kontroversi. Insiden unik terjadi dalam pertandingan Liga 1 2024/2025 antara PSM Makassar dan Barito Putera di Stadion Batakan, Balikpapan, Minggu malam.
PSM Makassar diduga bermain dengan 12 pemain pada fase akhir pertandingan, memicu protes keras dari kubu Barito Putera.
Bagaimana Pergantian Pemain Menjadi Polemik
Pergantian pemain PSM berlangsung pada menit ke-90+7. Sesuai aturan, tim pelatih menyerahkan form pergantian kepada wasit cadangan, yang kemudian memeriksa keabsahan pemain pengganti.
Ketiga pemain pengganti PSM diizinkan masuk ke lapangan.
- Asfar Haramain Internasional Hadir di Jakarta, Sediakan Layanan Perhotelan hingga Visa untuk Travel Umrah dan Haji
- Penyaluran LPG 3 Kg di Pinrang Dipastikan Normal, Pertamina Patra Niaga Sulawesi Tambah Pasokan 18.480 Tabung
- Kalla Run 10K Segera Digelar, Rute Lebih Presisi dan Tersertifikasi Kelas Dunia
- Atasi Krisis Air Bersih, PLN Peduli dan Human Initiative Hadirkan PLN SEJUK di Jeneponto
- Aplikasi Sipakatau Diluncurkan, Pengawasan Kualitas Air Minum di Makassar Menuju Era Digital
Namun, yang menjadi persoalan adalah pemain yang seharusnya digantikan tidak langsung meninggalkan lapangan.
Wasit utama memutuskan melanjutkan permainan tanpa memastikan pemain yang diganti keluar. Situasi ini membuat PSM tampil dengan 12 pemain untuk beberapa saat.
“Ini seharusnya tidak terjadi jika perangkat pertandingan menjalankan tugasnya dengan baik. Kami merasa dirugikan,” ujar Rahmad Darmawan, pelatih Barito Putera, dengan nada tegas.
Prosedur yang Dipertanyakan
Dalam sepak bola, pergantian pemain adalah proses yang melibatkan koordinasi erat antara wasit utama, wasit cadangan, dan pemain. Wasit cadangan bertugas memandu pemain masuk, sementara wasit utama memastikan pemain yang diganti meninggalkan lapangan.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
