Terkini, Makassar – Dunia sepak bola tanah air kembali diramaikan oleh kontroversi. Insiden unik terjadi dalam pertandingan Liga 1 2024/2025 antara PSM Makassar dan Barito Putera di Stadion Batakan, Balikpapan, Minggu malam.
PSM Makassar diduga bermain dengan 12 pemain pada fase akhir pertandingan, memicu protes keras dari kubu Barito Putera.
Bagaimana Pergantian Pemain Menjadi Polemik
Pergantian pemain PSM berlangsung pada menit ke-90+7. Sesuai aturan, tim pelatih menyerahkan form pergantian kepada wasit cadangan, yang kemudian memeriksa keabsahan pemain pengganti.
Ketiga pemain pengganti PSM diizinkan masuk ke lapangan.
- Peringati Hari Lingkungan Hidup, PJM Tanam 20 Ribu Pohon di Maros
- Tazkiyah Group Beri Hadiah Haji Khusus Gratis di Momen Perayaan Tahun Baru 1448 Hijriah
- Resmi Dilantik, DPW LP3M Harakah Bakomubin Sulsel Perkuat Peran Dakwah dan Pemberdayaan Masyarakat
- Pemkot Makassar dan BPJS Ketenagakerjaan Hadirkan JHT bagi 45 Ribu Pekerja Rentan, Pertama di Indonesia
- Temuan Awal Dana Pungli Rp1,86 Miliar di Kasus Korupsi Dinas Perumahan Gowa, Polisi Telusuri "Aktor" Lainnya
Namun, yang menjadi persoalan adalah pemain yang seharusnya digantikan tidak langsung meninggalkan lapangan.
Wasit utama memutuskan melanjutkan permainan tanpa memastikan pemain yang diganti keluar. Situasi ini membuat PSM tampil dengan 12 pemain untuk beberapa saat.
“Ini seharusnya tidak terjadi jika perangkat pertandingan menjalankan tugasnya dengan baik. Kami merasa dirugikan,” ujar Rahmad Darmawan, pelatih Barito Putera, dengan nada tegas.
Prosedur yang Dipertanyakan
Dalam sepak bola, pergantian pemain adalah proses yang melibatkan koordinasi erat antara wasit utama, wasit cadangan, dan pemain. Wasit cadangan bertugas memandu pemain masuk, sementara wasit utama memastikan pemain yang diganti meninggalkan lapangan.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
