Ketika Fajar Menyingsing di Tanjung Bira

Tanjung Bira
Tanjung Bira, Bulukumba

Terkini.id, Makassar – Suara pekik anak kecil yang berkejaran di pinggir pantai bercampur riuh ombak. Tampak aktivitas orang yang baru bangun berjalan menuju pantai. Mereka berjalan sambil membentuk barisan menuju laut.

Di pojok kiri, seorang anak kecil menatap di kejauhan seperti mencari sesuatu yang hilang dari dirinya.

Suasana semacam itu terekam ketika fajar menyingsing di Tanjung Bira. Sebagai salah satu wisata alam, Tanjung Bira tak pernah sepi pengunjung. Selalu ada yang memaksa orang untuk datang kembali.

Tanjung Bira berada sekitar 200 kilometer dari Makassar atau sekitar 6 jam dengan berkendara. Tanjung Bira berada di Kecamatan Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba.

Kawasan pantai ini dianggap nyaman, karena memiliki suasana yang tenang. Ada tiga gradasi pirus pada warna laut dan berpantai pasir putih yang lembut.

Terdapat area yang pemandangannya instagramable, lokasi berswafoto para wisatawan di Tebing Apparalang. Kawasan di ketinggian Tanjung Bira itu, juga diminati untuk melihat matahari terbit atau terbenam.

Aktivitas yang kerap dilakukan di Tanjung Bira di pagi hari berupa menyelam dan merendam seluruh diri. Juga terlihat beberapa pengunjung berjalan menyusuri pinggir pantai. Mereka tampak menghitung langkah sambil menebak jumlah pasir.

Suara ombak dan angin sepoi-sepoi, juga pasir putih yang lembut menyambut kedatangan setiap wisatawan. Sepanjang mata memandang, wisatawan hanya akan menikmati lukisan keindahan alam khas Indonesia.

Bila berkunjung ke Bira, Wisatawan bisa memutuskan untuk bermalam di pantai ini karena adanya beberapa penginapan yang langsung menghadap pantai.

Namun, bila wisatawan ingin mendapatkan pengalaman yang berbeda, wisatawan bisa mencoba berkemah di tepi pantai. Suasana pantai yang tenang, akan membawa kedamaian untuk setiap wisatawan.

Indah, salah satu pengunjung, mengaku suka Pantai Bira lantaran memiliki kenangan masa kecil yang indah bersama keluarga. Di tempat ini, Indah mengaku, serasa seperti sedang mengulang hari yang telah lewat.

Laut ini, kata dia, seolah mengundang siapa pun yang berada di bibir pantai untuk langsung berenang ke laut.

“Suasana laut yang seperti ini tidak akan dengan mudah wisatawan dapatkan dari pantai-pantai lain,” ujar Indah, Minggu, 6 Oktober 2019.

Akhmad, seorang pengujung lain, mengatakan keindahan pantai berpasir putih dan lautnya yang biru ini belum banyak dijamah orang ketika pagi, sehingga suasananya masih terbilang sepi dan tenang. Wisatawan akan merasa seperti merasakan satu kehidupan yang lain.

“Kalau sudah siang suasana di Pantai Bira lebih ramai, kalau pagi lebih bisa merasakan ketenangan sebab masih kurang orang yang mengunjunginya,” kata Akhmad.

Di lokasi Pantai Tanjung Bira, banyak ditemui penyewaan kendaraan bermotor. Wisatawan bisa menyewa untuk melakukan perjalanan melihat sisi lain Tanjung Bira.

Bagi wisatawan yang bakal berkunjung ke Pantai Tanjung Bira, Akhmad mengatakan, untuk membawa kamera agar mengabadikan momen-momen indah.

“Baiknya kalau ke sini siapkan kamera, dan rekam indahnya pantai ini sebagai kenangan yang akan bisa wisatawan pamerkan untuk anak cucu kelak,” ujar pria asal Makassar ini.

Karyawan di salah satu prusahaan swasta ini menambahkan, tidak hanya sunset-nya yang indah, sunrise-nya pun tidak kalah indah. Karenanya bila wisatawan memiliki banyak waktu, ada baiknya luangkan waktu untuk bermalam di pantai ini.

“Menikmati pemandangan pantai pada saat sunset dan sunrise dari dalam tenda juga jadi pengalaman yang tidak akan terlupakan,” kata Akbar.

Di Bulukumba sendiri, sebagai salah satu daerah di Sulawesi Selatan yang terkenal dengan keindahan pantainya memiliki sejumlah pantai lain yang tidak kalah cantiknya dengan Tanjung Bira, seperti Pantai Bara, Pantai Marumasa, Pantai Samboang, Pantai Lemo-Lemo, Pantai Ara, Pantai Panrang Luhu, dan masih ada beberapa pantai lainnya lagi.

Penasaran dengan keindahan Pantai Bira? Jangan lupa saat liburan agendakan untuk bisa menikmati ketenangan di tempat ini. Atau bila sedang merasa jenuh dengan rutinitas, penuh beban, dan merasa kehilangan. Maka luangkan waktu untuk menemukan kembali arti hidup di sini, Tanjung Bira.

Berita Terkait
Komentar
Terkini