Terkini, Makassar — Ketua DPD ASITA Sulawesi Selatan, Didi Leonardo Manaba, menegaskan bahwa Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) ASITA II Tahun 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi dan menyusun langkah strategis pengembangan industri pariwisata nasional.
Menurut Didi, RAKERNAS II kali ini merupakan forum kedua pada periode kepengurusan ASITA 2024–2029 yang berfokus pada peningkatan pergerakan wisatawan dan penguatan dampak ekonomi sektor pariwisata secara menyeluruh.
“Dalam forum ini kami membahas berbagai langkah strategis organisasi dalam meningkatkan pergerakan wisatawan, bukan hanya dari sisi jumlah kunjungan, tetapi bagaimana dampaknya juga bisa dirasakan sektor pariwisata dan ekonomi secara keseluruhan,” ujar Didi di sela acara Kamis 7 Mei 2026 di Four Points by Sheraton Makassar.
Ia menegaskan bahwa industri pariwisata harus terus bergerak secara sehat, profesional, dan berkelanjutan melalui penguatan kolaborasi antara pemerintah, asosiasi, pelaku industri, hingga masyarakat.
Menurutnya, tema kolaborasi yang diangkat dalam RAKERNAS II menjadi sangat relevan di tengah berbagai tantangan global yang memengaruhi industri perjalanan wisata.
- SPMB Makassar 2026 Resmi Dibuka, Berikut Jadwal Lengkapnya
- Pemkot Makassar Perkuat UMKM Lewat Literasi dan Inklusi Keuangan TPAKD
- Direktur Al Hajj Travel Harap Rakernas II ASITA Lahirkan Strategi Baru Pariwisata
- Transparan, Dinkes Jeneponto Ungkap Temuan Bakteri dan Histamin Penyebab 29 Anak Sakit Usai Makan MBG
- SPMB 2026 Makassar Gunakan Sistem Real Time, Munafri Tegaskan Tak Ada Ruang Permainan
“Karena memang kata kunci utama dalam pariwisata adalah kolaborasi. Jika semangat kebersamaan ini terus dibangun dan dijaga, maka berbagai tantangan ke depan insya Allah dapat dilalui bersama,” katanya.
Didi juga menyoroti pentingnya legalitas usaha, keselamatan wisata, wellness tourism, hingga penguatan regulasi yang sebelumnya disampaikan Wakil Menteri Pariwisata dalam pembukaan RAKERNAS II 2026 ini.
Menurutnya, ASITA ingin membangun pariwisata yang berkualitas, terukur, dan mampu memberikan pengalaman terbaik bagi wisatawan, bukan sekadar mengejar jumlah kunjungan semata.

“Kalau kualitas pariwisata meningkat, maka manfaatnya bukan hanya dirasakan sektor pariwisata saja, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi secara lebih luas,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa ASITA akan terus berkoordinasi dengan pemerintah untuk memperketat pengawasan terhadap praktik usaha perjalanan wisata ilegal atau tidak berizin.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
