Ketua DPR RI Tegaskan Pemerintahan Jokowi Tak Takut dengan FPI

FPI
Ketua DPR RI Puan Maharani tegaskan pemerintah tak takut FPI. (Foto: Gelora)

Terkini.id, Jakarta – Beberapa waktu lalu Kementerian Agama mengeluarkan kebijakan mendukung perpanjangan izin ormas Front Pembela Islam (FPI).

Lantaran kebijakan tersebut, netizen di media sosial Twitter menggaungkan tagar #JokowiTakutFPI.

Menanggapi hal itu, Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan kebijakan Kemenag tersebut bukan berarti bahwa pemerintah takut dengan ormas FPI.

“Saya rasa pemerintah tidak takut (FPI), ada mekanisme yang harus dijalankan pemerintah sehingga tidak mungkin asal-asalan,” kata Puan Maharani, di Kompleks Parlemen, Jakarta, seperti dilansir dari Tempo, Kamis, 28 November 2019.

Puan Maharani menjelaskan, ada mekanisme dan aturan yang ditempuh pemerintah dalam memberikan izin keberadaan ormas, dan proses itu harus dilakukan secara benar sehingga jangan sampai asal-asalan.

Baca juga:

“Pasti ada mekanisme dan aturan yang ditempuh. Jadi harus dilakukan secara benar,” ujarnya.

Mantan Menteri Koordinator pada Kabinet Kerja ini juga menilai bahwa pemerintah sudah paham terkait pemberian izin ormas karena akan mengikuti mekanisme di UU.

“Ormas mau dilarang dan mendaftar pasti ada aturannya sehingga pemerintah akan mengikuti aturan tersebut,” ungkap Puan Maharani.

Komentar

Rekomendasi

Senam di Kantor Akan Jadi Tatanan Baru Warga Kota Makassar

Mudik, M Nuh Eks Pemenang Motor Listrik Jokowi Diarak Keliling Kampung

Pemerintah Siapkan Dua Tower di Pademangan untuk Antisipasi Lonjakan Pasien Covid-19

Oknum Polisi Keroyok Orang Gangguan Jiwa di Aceh, Kena Sanksi

Ajudan Pribadi Bertemu Bocah Penjual Jalangkote Rizal: Jangan Suka Membully, Stop Men

Pemkot Bekasi Bantah Kabar Soal Satu Keluarga Positif Corona Gegara Salat Id Berjemaah

Premi Asuransi untuk Ribuan Relawan Covid-19 Resmi Diteken

Terekam Kamera, Viral Penampakan Sosok Misterius Berdiri di Atas Bangunan

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar