Ketum Gelora Harap Capres di Pilpres 2024 Merupakan Tokoh Reformasi : Untuk Menyelesaikan Pekerjaan Rumah yang Belum Selesai

Ketum Gelora Harap Capres di Pilpres 2024 Merupakan Tokoh Reformasi : Untuk Menyelesaikan Pekerjaan Rumah yang Belum Selesai

R
Cici Permatasari
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, JakartaKetua Umum Partai Gelora Indonersi Anis Matta berharap pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 yang mencalonkan jadi capres berasal dari tokoh-tokoh reformasi.

Menurut Anis hal tersebut dilakukan untuk menyelesaikan pekerjaan refomasi yang sudah berjalan 24 tahun bisa dituntaskan.

Itu disampaikan Anis dalam diskusi Gelora Talkbertajuk ’24 Tahun Reformasi, Sudah Sampai di Mana dan Mau Kemana Indonesia?’ yang digelar secara daring, Kamis, 26 Mei 2022.

“Bisakah kita berharap, bahwa tahun depan itu sekaligus para capres yang akan maju untuk Pemilu 24 itu datangnya dari tokoh-tokoh reformasi, untuk menyelesaikan pekerjaan rumah yang belum selsesai,” kata Anis dikutip dari Wartaekonomi. Jumat, 27 Mei 2022.

Ide-ide reformasi, bukan sekadar demokrasi, menurut Anis, pada hakikatnya adalah pintu gerbang kekayaan, tetapi keduanya bisa berdiri sendiri.

Baca Juga

“Tapi mimpi reformasi pada mulanya adalah menciptakan satu sintesa di mana demokrasi dan kesejahteraan bisa bertemu pada suatu titikdalam perjalanan sejarah kita,” ungkapnya.

Dia mengingat fusi Orde Lama (Orla) dan (Orla) Orba (Orba). Ia mengklaim bahwa pada orde sebelumnya, ada kebebasan tetapi tidak ada kesejahteraan, tetapi dalam tatanan baru, ada kemakmuran tetapi tidak ada kebebasan.

“Makanya saya membua perumpamaan, Indonesia itu seperti burung. Dia disebut burung, kalau dia bisa terbang dan berkicau. Tapi kalau kalau dia lapar, dia tidak bisa terbang dan bisa berkicau saja, itu namanya burung dalam sangkar. Itu ada lagunya,” tuturnya.

Anis berkata, Indonesia seperti burung yang bisa terbang tetapi tidak terlalu lapar, jadi terbang rendah daripada tinggi, meskipun langit cukup tinggi.

“Jadilahirnya Partai Gelora sebenarnya, karena citacita reformasi yang ingin menjadikan Indonesia terbang tinggi. Sekarang sudah terbang, tapi terbangnya tidak terlalu tinggi, sementara langit Indonesia ini terlalu tinggi,” ujar Anis.

Alhasil, dia yakin para pegiat reformasi akan terinspirasi dari kisah Nabi Yusuf yang menafsirkan mimpi Raja Mesir itu.

“Bahwa Nabi Yusuf meramalkan aka nada krisis yang terjadi di Mesir seperti yang dimimpikan oleh Raja Mesir. Dia tahu bagaimana mengatasi krisis, tapi beliau meminta dijadikan penguasa dan sebagai bendahara keuangan negara agar bisa mengambil alih situasikrisis,” katanya.

“Kita harus pertemukan semangat perubahan yang ada pada para aktivis intelektual ini, dengan semangat pengambil-alihan situasi krisis tersebut. Syahwat kekuasaan mereka ini saat ini kecil, sehingga tidak bisa mengendalikan jalannya sejarah reformasi,” lanjutnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.