Terkini, Makassar – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memperkuat sinergi dalam mengawal pelaksanaan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2026 di wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.
Langkah ini dilakukan guna memastikan kualitas data survei sekaligus mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat.
Pemantauan lapangan dilaksanakan di sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan, yakni Kabupaten Takalar, Jeneponto, dan Bantaeng pada Kamis (12/2/2026), serta Kabupaten Gowa pada Rabu (18/2/2026).
Kegiatan ini dihadiri Kepala OJK Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat Moch. Muchlasin, Kepala BPS Provinsi Sulawesi Selatan Aryanto, serta Kepala LPS Wilayah 3 Fuad Zaen.
Sebelumnya, pemantauan juga dilakukan di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, dan Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, pada awal Februari 2026.
- Ratusan Siswa Briton English Education Terima Sertifikat Cambridge pada Graduation ke-9 di Makassar
- Wali Kota Munafri Luncurkan MCH Nusantara, Ruang Kreatif Baru untuk Generasi Muda Makassar
- CEO Haka Auto Hariyadi Kaimuddin Sebut Era Mobil Listrik di Indonesia Sudah Dimulai
- Daftar Pemain dan Jadwal Pertandingan Timnas Indonesia di ASEAN Cup 2026
- Program Satu Telur Sehari Ramaikan Hari Anak Nasional, Demi Mencegah Stunting
Kepala BPS Provinsi Sulawesi Selatan, Aryanto, menegaskan pentingnya peran petugas lapangan dalam pelaksanaan SNLIK.
Menurutnya, petugas tidak hanya berfungsi sebagai pengumpul data, tetapi juga menjadi ujung tombak edukasi keuangan di masyarakat.
“Para petugas PPL dalam setiap pelaksanaan survei menjadi agen literasi, yang tidak hanya mengumpulkan data, tetapi juga menyampaikan edukasi kepada responden sehingga cakupan edukasi semakin luas dan pada akhirnya akan meningkatkan literasi keuangan masyarakat,” ujar Aryanto.
Senada dengan itu, Kepala LPS Wilayah 3, Fuad Zaen, menyampaikan bahwa keterlibatan LPS dalam SNLIK 2026 merupakan bentuk komitmen untuk memperkuat pemahaman masyarakat terhadap sistem keuangan, khususnya terkait keamanan simpanan di perbankan.
“Di tahun 2026 ini LPS turut bergabung bersama OJK dan BPS untuk memperoleh gambaran tingkat literasi dan inklusi keuangan masyarakat yang akan menjadi pedoman bagi OJK dan LPS dalam menyusun strategi peningkatan literasi dan inklusi keuangan. Kami juga mengajak masyarakat untuk menyimpan penghasilan di bank demi keamanan, serta memahami bahwa simpanan di bank dijamin oleh LPS sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Fuad.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
