Terkini, Makassar – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memperkuat sinergi dalam mengawal pelaksanaan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2026 di wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.
Langkah ini dilakukan guna memastikan kualitas data survei sekaligus mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat.
Pemantauan lapangan dilaksanakan di sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan, yakni Kabupaten Takalar, Jeneponto, dan Bantaeng pada Kamis (12/2/2026), serta Kabupaten Gowa pada Rabu (18/2/2026).
Kegiatan ini dihadiri Kepala OJK Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat Moch. Muchlasin, Kepala BPS Provinsi Sulawesi Selatan Aryanto, serta Kepala LPS Wilayah 3 Fuad Zaen.
Sebelumnya, pemantauan juga dilakukan di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, dan Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, pada awal Februari 2026.
- 86 SPBU di Sulawesi Dikenai Sanksi Pembinaan Pertamina Patra Niaga Sepanjang 2026
- Cuaca Sulsel Hari Ini 7 September 2026: Sejumlah Wilayah Berpotensi Hujan, Waspada Angin Kencang
- 15.177 KK Tamalate Dapat Iuran Sampah Gratis, Wali Kota Makassar: Syaratnya Sampah Harus Dipilah
- Dampak Abu Vulkanik, 46 Penerbangan dari dan ke Bandara Sultan Hasanuddin Dibatalkan
- Pertamina Patra Niaga Sulawesi Cetak Rekor MURI, Masak Serentak 8.100 Porsi di 8 Kota
Kepala BPS Provinsi Sulawesi Selatan, Aryanto, menegaskan pentingnya peran petugas lapangan dalam pelaksanaan SNLIK.
Menurutnya, petugas tidak hanya berfungsi sebagai pengumpul data, tetapi juga menjadi ujung tombak edukasi keuangan di masyarakat.
“Para petugas PPL dalam setiap pelaksanaan survei menjadi agen literasi, yang tidak hanya mengumpulkan data, tetapi juga menyampaikan edukasi kepada responden sehingga cakupan edukasi semakin luas dan pada akhirnya akan meningkatkan literasi keuangan masyarakat,” ujar Aryanto.
Senada dengan itu, Kepala LPS Wilayah 3, Fuad Zaen, menyampaikan bahwa keterlibatan LPS dalam SNLIK 2026 merupakan bentuk komitmen untuk memperkuat pemahaman masyarakat terhadap sistem keuangan, khususnya terkait keamanan simpanan di perbankan.
“Di tahun 2026 ini LPS turut bergabung bersama OJK dan BPS untuk memperoleh gambaran tingkat literasi dan inklusi keuangan masyarakat yang akan menjadi pedoman bagi OJK dan LPS dalam menyusun strategi peningkatan literasi dan inklusi keuangan. Kami juga mengajak masyarakat untuk menyimpan penghasilan di bank demi keamanan, serta memahami bahwa simpanan di bank dijamin oleh LPS sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Fuad.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
