Terkini.id, Jakarta – Seorang Ahli imunologi China, Zhang Linqi mengungkapkan bahwa dirinya beruntung bahwa dia dan timnya mengembangkan obat dan vaksin Covid-19 dengan begitu cepat dan sangat efektif.
Zhang Linqi, berbasis di Universitas Tsinghua Beijing, menjadi penggerak di balik obat antibodi yang memangkas risiko rawat inap dan kematian sampai 78 persen dalam berbagai uji coba klinis dan diperkirakan akan disetujui di China dalam beberapa pekan mendatang.
Vaksin tersebut baru saja selesai uji coba tahap awal dan diharapkan segera menuju uji coba tahap akhir.
Obat tersebut, yang dikomersialkan oleh Brii Bioscences, dirampungkan dalam dua bulan dan vaksin membutuhkan waktu lima bulan. Obat tersebut tampaknya ampuh terhadap semua varian virus yang ada.
“Kami dapat memastikan semua varian yang ada ini, termasuk Delta, tidak luput dari antibodi kami. Kami sangat beruntung,” kata Zhang.
Lanjut “Mengembangkan sebuah obat perawatan dan vaksin terdengar sangat cepat – bahkan bagi saya – tapi sebenarnya ini diuntungkan dari bertahun-tahun penelitian obat antibodi dan pengembangan vaksin dalam penelitian HIV,” jelasnya. Dilansir dari Merdeka. Jumat, 26 November 2021.
“Kita belum mengatasi HIV atau menemukan obatnya, tapi kami mengumpulkan begitu banyak (pengalaman) dalam pengembangan obat antibodi dan vaksin dalam prosesnya,” pungkasnya.
Sebagian besar karir akademik dan penelitian Zhang dihabiskan untuk mencoba memahami virus dan respons kekebalan terhadap infeksi HIV dan mengembangkan terapi antiretroviral.
Dia memulai dengan kuliah pascasarjana di Universitas Edinburgh sebelum bergabung dengan tim peneliti Dr David Ho di Aaron Diamond Aids Research Center di New York pada tahun 1993.
Dia kemudian menjadi profesor di Universitas Rockefeller pada 1997 dan, 10 tahun kemudian, bergabung dengan fakultas kedokteran Tsinghua sebagai profesor dan kemudian wakil dekan fakultas dan direktur eksekutif Pusat Penelitian AIDS Komprehensif di universitas tersebut.
Di samping itu, dia juga terlibat dalam penelitian patogen baru yang menyebabkan wabah. Pada 2003, dia bekerja sama dengan para peneliti di Universitas Hong Kong untuk mengembangkan peptide antivirus untuk melawan SARS atau sindrom pernapasan akut parah.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
