Kisah Tito Karnavian Tangkap Tommy Soeharto Viral di Medsos, Benarkah Ceritanya?

Terkini.id, Jakarta – Sebuah tulisan yang berisi cerita Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang menangkap Tommy Soeharto saat dirinya masih perwira polisi, viral di media sosial.

Tulisan tersebut menunjukkan tentang Tito Karnavian yang masih perwira muda berpangkat AKBP, mendapat tugas memimpin reserse umum Polda Metro Jaya untuk menangkap Tommy Soeharto.

Saat itu, tahun 2001, Tito mendapat tugas berat karena harus menangkap seorang putra mantan Presiden Soeharto yang namanya masih menakutkan dan masih punya pengaruh besar.

Tommy harus ditangkap lantaran kasus korupsi ruilslag Goro Batara Sakti. Tommy juga mendalangi pembunuhan hakim agung Syarifuddin Kartasasmita yang hendak memvonis Tommy bersalah.

Berikut tulisan tersebut:

Siapakah Tito Karnavian?

Tahun 2001, sudah berlalu 18 tahun dari sekarang. Ketika itu, baru tiga tahun soeharto lengser. Meskipun secara yuridis ia tak lagi berkuasa, tetapi secara de facto nama soeharto masihlah menakutkan.

Tommy, dengan pongah berusaha menyuap hakim yang memvonisnya dalam kasus korupsi ruilslag Goro Batara Sakti. Sih hakim agung menolak. Tommy mengutus para pembunuh bayaran untuk menghabisi sang hakim. Gugurlah Syarifudin Kartasasmita di tangan algojo bayaran Tommy. Setelahnya, Tommy menghilang bagai ditelan bumi.

Tersebutlah seorang perwira muda yang memimpin reserse umum di Polda Metro Jaya. Pangkatnya dua melati di pundak, alias AKBP. Perawakannya kecil ramping, ia pun murah senyum, jauh dari kesan reserse yang berangasan.

Ia mendapat perintah yang sulit, kalau tidak disebut misi bunuh diri. Misinya adalah menemukan dan menangkap Tommy. Di masa itu, simpatisan Polri dan TNI aktif yang mendukung Soeharto dan keluarganya masih sangat kuat dan berpengaruh. Tetapi si perwira muda ini tidak terlihat gentar.

Akhirnya, bunker persembunyian Tommy terendus oleh tim cobra yang dipimpin oleh si perwira muda. Tommy pun tertangkap , diadili, dan dijebloskan ke Nusakambangan.

Tentu hal ini mencoreng muka dan marwah para kroni Soeharto. Berani betul mempermalukan sang pangeran kesayangan cendana sedemikian rupa. Ingat, Tommy adalah juga (mantan) adik ipar dari Prabowo, seorang (mantan) Danjen Kopassus. Berani sekali polisi reserse ini menantang kuasa cendana, yang pada masanya seolah olah maha kuasa.

Oleh karenanya tidak heran bila saat ini, dendam itu seakan tersulut kembali. Sebab si perwira muda kini tak lagi hanya membawa melati dua di pundaknya. Kini ia membawa empat bintang, dan membawahi ratusan ribu prajurit bhayangkara. Terlebih lagi, sih perwira muda kini adalah seorang Senapati terpercaya bagi pemimpin negeri.

Pemimpin itu baru saja kembali terpilih dan mengalahkan si kakak ipar.
Betapa sakitnya tertampar untuk kedua kali. Maka kamipun paham jika segala cara akan habis habisan mereka gunakan. Karena dendam kesumat telah membakar habis akal sehat dan nurani.

Benarkah cerita itu?

Dilansir dari kompas.com, Tito memang memiliki pengalaman matang selama mengabdi di Korps Bhayangkara.

Salah satu kasus yang membuat namanya dikenal publik adalah saat memburu putra bungsu presiden RI kedua Soeharto, Hutomo Mandala Putra. atau Tommy Soeharto.

Kala itu, Tito masih menjabat sebagai Kepala Satuan Reserse Umum Polda Metro Jaya dengan pangkat Komisaris Polisi.

Dilansir dari arsip Harian Kompas pada 4 Desember 2001, Tito memimpin Tim Kobra dengan mengandalkan sejumlah penyidik spesialis, terutama dari unit Harta Benda.

Para penyidik yang menjadi anak buah Tito merupakan para profesional yang telah menempuh pendidikan kejuruan reserse.

Setelah itu, mereka pun mendapat pendidikan bintara lanjutan hingga pendidikan perwira lanjutan yang mengarah pada spesialisasi khusus.

Meski memiliki penyidik spesialis, namun perburuan Tommy tidak berlangsung mudah. Apalagi, obyek yang dikejar merupakan anak mantan orang nomor satu di Tanah Air.

Singkat kata, Tommy berhasil digerebek oleh tim Tito setelah menangkap temannya dan algojo yang diperintahkan Tommy membunuh sang hakim.

Berita Terkait
Komentar
Terkini
News

Ini Kampung Statistik Pertama di Indonesia

Terkini.id, Makassar - Dalam rangka pelaksanaan Hari Statistik Nasional (HSN), Universitas Hasanuddin melalui Departemen Statistika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) bersama Badan