Terkini.id, Makassar – Keberadaan Teman Bus di Makassar sebagai salah satu moda transportasi publik masih menghadapi tantangan besar, terutama dengan adanya kisruh dengan sopir Angkutan Kota atau Pete-Pete.
Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, mendukung penuh keberadaan Teman Bus dan membutuhkan solusi antara kedua belah pihak agar tak ada yang dirugikan. Ia mengatakan kedua moda transportasi ini haruslah terintegrasi, di mana Pete-Pete semestinya bertindak sebagai pengumpan atau feeder untuk Teman Bus, sehingga keduanya bisa berjalan dengan beriringan.
“Kita siap mendukung pengembangan Teman Bus ke depannya termasuk menyediakan halte bagi moda transportasi ini di Makassar agar bisa lebih nyaman lagi digunakan,” kata Danny Pomanto, Senin, 3 April 2023.
Sementara, Wakil Wali Kota Makassar, Fatmawati Rusdi, menekankan bahwa sarana transportasi publik harus mengedepankan keamanan dan kenyamanan bagi kalangan perempuan dan anak-anak.
Kasus pelecehan anak di bawah umur dalam sarana transportasi publik beberapa waktu lalu menjadi catatan penting. Menurutnya, Pemkot Makassar telah memiliki program melalui jagai anakta yang bisa diimplementasikan hingga sarana transportasi publik.
- Dugaan Manipulasi Gaji di Balik Kisruh Sopir Mamminasata
- Pemprov Sulsel Akan Subsidi Teman Bus, Dewan: Semoga Tidak Efisiensi Anggaran
- Ini Tarif Baru Teman Bus, Resmi di 10 Kota Termasuk Makassar
- Oknum Supir Teman Bus Makassar Diduga Perkosa Gadis 15 Tahun, Dilakukan Sebanyak Tiga Kali
- Nilai Proyek 1,3 T, Pemkot Makassar Tunggu Kelanjutan Teman Bus
Ia mengatakan dukungan transportasi publik bagi perempuan harus dijadikan upaya perlindungan dan kesetaraan bagi perempuan dan anak-anak, dan telah diatur secara rinci di dalam Perda Makassar.
“Sejauh ini, belum ada bus khusus untuk perempuan, namun tahun ini diharapkan bisa dilihat sebagai solusi dengan adanya dukungan dari Pemkot Makassar,” sebutnya.
Kepala UPT Maminasata, Andi Nur Diyana mengatakan dukungan sarana dan prasarana sangat diharapkan agar transportasi massal ini di Mamminasata dapat lebih efektif. Contohnya, keberadaan sarana bus stop yang masih cukup minim terpasang di sejumlah titik di Makassar.
“Dengan adanya bus stop, masyarakat dapat lebih mudah mengidentifikasi titik perhentian, menghindari kebingungan, serta mempermudah akses transportasi massal,” sebutnya.
Hal ini, kata dia, akan sangat terbantu jika pemerintah kota juga berinisiatif untuk mendorong adanya rambu-rambu di sejumlah titik. Sejauh ini masih ada 57 titik perhentian yang non-aktif di koridor II dan IV Makassar dan empat di antaranya beroperasi secara terbatas.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
