Terkini.id,Bulukumba – Terkait dengan adanya pemberitaan di salah satu media online, yaitu Sulengka.Net, yang diunggah pada 25 Juni 2019, yang berjudul “RSUD Bulukumba Diserang Bakteri Mematikan,” mendapat perhatian langsung dari pihak rumah sakit berupa klarifikasi.
Hingga berita ini diturunkan, media tersebut telah melakukan revisi judul berita menjadi “Cegah Difteri, RSUD Bulukumba Imbau Warga Lengkapi Imunisasi Anak” yang diunggah pada Rabu, 26 Juni 2019 malam setelah mendapat sejumlah masukan.

Redaksi Sulengka.Net di laman websitenya menuliskan bahwa pihak RSUD Bulukumba kawatir judul tersebut dapat membuat keresahan di tengah-tengah masyarakat.
“Atas dasar ini kami mengubah judul berita tersebut. Terima kasih,” tulis tim Redaksi Sulengka.Net yang dikutip redaksi TERKINI.ID, Kamis 27 Juni 2019.
Adapun klarifikasi beberapa hal terkait pemberitaan media Sulengka.Net. Klarifikasi itu diutarakan langsung oleh Humas RSUD Sultan Daeng Radja Bulukumba Sulawesi Selatan, melalui Kasubag Humas dan Promkes, Gumala Rubiah, sebagai berikut :
- Dimana judul berita yang dimaksud pada pemberitaan media online tersebut adalah “RSUD Bulukumba di Serang Bakteri Mematikan”.
- Pihak Rumah Sakit beranggapan, bahwa judul berita pada media Sulengka.Net terlalu berlebihan seolah – olah penyakit difteri yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diptheriae meningkat kasusnya di rumah sakit.
- Meskipun ini tergolong kejadian luar biasa (KLB), upaya pengobatan dan pencegahan penularan telah dilakukan. Kami juga selalu berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dalam hal ini bahkan Dinas Kesehatan Propinsi sudah melakukan investigasi.
- Penyakit difteri bisa terjadi karena ada kelompok yang tidak mendapatkan imunisasi atau status imunisasinya tidak lengkap sehingga tidak terbentuk kekebalan tubuh terhadap infeksi bakteri Difteri, sehingga mudah tertular Difteri. Meski Difteri sangat mudah menular, berbahaya dan dapat menyebabkan kematian, Difteri ini dapat dicegah dengan mudah melalui imunisasi”.
- Berita ini harus ditanggapi secara bijak, bukan malah membuat judul berita yang bisa dipersepsikan berbeda dan menimbulkan opini dan kekhawatiran bahkan keresahan di tengah -tengah masyarakat.
- Banyak cara menarik minat pembaca untuk membaca berita dengan judul yang menarik yang mencerminkan isi berita. Selain itu sedapat mungkin menghindari ambiguitas dan harus akurat, jelas, dan ringkas.
- Kami mengucapkan terima kasih pada redaksi Sulengka. Net yang telah melakukan revisi judul dan isi berita tersebut.
- Secara singkat, RSUD Sultan Daeng Radja Bulukumba mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya para orang tua untuk melengkapi imunisasi anaknya, karena imunisasi untuk mencegah Difteri sudah termasuk ke dalam program nasional.
- Imunisasi ini upaya preventif yang spesifik terhadap penyakit. Imunisasi Difteri dimulai sejak anak usia 2, 3, dan 4 bulan. Lalu untuk meningkatkan antibodinya lagi, harus diulang di usia 2 tahun, 5 tahun dan usia sekolah dasar”.
- Pemerintah menjamin baik keamanan maupun ketersediaannya. Masyarakat bisa memanfaatkannya dengan tanpa biaya.
- Kami berharap dengan adanya klarifikasi ini dapat memberikan pemahaman yang benar terkait perihal tersebut. Demikian pernyataan resmi dan klarifikasi ini kami sampaikan untuk menjadi koreksi bagi pihak terkait.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
