Terkini.id, Jakarta – Ferry Juliantono, Perwakilan Kaukus Masyarakat Sipil, menyatakan hasil audit PT Genomerik Solidaritas Indonesia (GSI) terkait bisnis tes PCR akan diserahkan pihaknya kepada lembaga penegak hukum, seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hingga Polri.
“Hasilnya kita akan sampaikan ke instansi relevan seperti KPK, BPK, polisi, maupun DPR,” ujar Ferry, Senin 29 November 2021 malam.
Ferry menjelaskan dalam rencana audit ini pihaknya akan berfokus pada sisi pengadaan PCR yang dilakukan lewat impor. Selain itu, pihaknya turut menyoroti proses pembelian dan penetapan harga tes PCR di Indonesia.
“Namun jika mereka tidak memberi akses kepada kita [untuk audit], maka kita bisa simpulkan bahwa ada apa-apanya,” katanya yang juga menjabat wakil ketua umum Partai Gerindra, dikutip dari CNN Indonesia.
Sebelumnya diberitakan, Kaukus Masyarakat Sipil untuk demokrasi dan keadilan menyatakan siap mengaudit PT GSI, salah satu perusahaan penyedia tes polymerase chain reaction (PCR) dalam mendeteksi Covid-19.
- Deklarasi Anti Islamophobia, Denny Siregar: Yang Suka Ngadu Domba Elu, Sekarang Teriak Umat Islam Harus Bersatu
- Eko Kuntadhi Sebut Gerakan Nasional Anti Islamofobia Tidak Jauh dari Politisasi Agama
- Habib Rizieq Dukung Penuh Gerakan Nasional Anti Islamophobia, Slamet Maarif: Guru Kami Mengapresiasi dan Mendukung
- Ketua DPD RI: MK Layak Dibubarkan Bila Biarkan Oligarki Ekonomi Masuk Melalui Presidential Threshold
- Ferry Juliantono Ajak Novel Baswedan Audit Bisnis PCR, Novel: Hal yang Menarik
PT GSI diduga terkait dengan Luhut lewat PT Toba Bumi Energi dan Menteri BUMN Erick Thohir melalui Yayasan Adaro Bangun Negeri yang dipimpin saudaranya Boy Thohir. Luhut mengklaim tak mendapat untung dalam bisnis tes PCR PT GSI.
Juru Bicara Luhut, Jodi Mahardi mempersilakan Kaukus Masyarakat Sipil untuk mengaudit PT GSI terkait bisnis tes swab PCR.
“Silahkan saja untuk audit ajukan permohonan ke PT GSI. Toba Sejahtera hanya pemilik saham minoritas di kewirausahaan sosial itu, namun dari Pak Luhut tidak ada keberatan untuk audit dimaksud,” kata Jodi, Selasa 30 November 2021.
Namun, Jodi mengajukan syarat kepada kelompok masyarakat sipil tersebut sebelum mengaudit PT GSI. Ia meminta Kaukus Masyarakat Sipil menyumbangkan 50.000 tes PCR dan alat genome sequencing jika tidak ditemukan apapun dalam hasil audit tersebut.
“Seperti yang dilakukan Pak Luhut dan teman-teman beliau atau paling tidak mereka melakukan bakti sosial yang sepadan. Supaya fair, masyarakat juga bisa melihat niat baik mereka, jangan bisanya membuat gaduh,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
