“Komponen kurikulum nasional tetap berlaku, tetapi ada ruang tertentu—baik terintegrasi maupun berdiri sendiri yang dapat menonjolkan kekuatan lokal,” jelasnya.
Ia mencontohkan, penguatan karakter Bugis-Makassar yang dibangun sejak sekolah dasar baru akan tampak dalam puluhan tahun ke depan.
Tetapi upaya menanam sejak dini agar kurikulum di Makassar bisa menjadi rujukan nasional dalam pendidikan karakter.
Rektor UNM menegaskan sekolah memiliki otonomi penuh dalam menambahkan muatan lokal tanpa menambah jam pelajaran. Kurikulum kearifan lokal bisa diintegrasikan dalam mata pelajaran yang ada atau dikemas sebagai kegiatan ekstrakurikuler.
“Kadang guru khawatir jam pelajaran bertambah. Tidak perlu. Muatan lokal bisa diintegrasikan, bahkan ekskul pun bisa diakomodasi,” katanya.
- Husniah Talenrang Nonaktifkan 16 Pejabat Termasuk Sekda: Agar Pemerintahan Tertib Sesuai Aturan
- Muncul Narasi Membenturkan Instansi Kemenhut, KPH dan Gakkumhut Tetap Solid Berantas Perambah Hutan
- Menag Nasaruddin Umar Buka Secara Resmi Muktamar V Wahdah Islamiyah dan Kukuhkan 10.000 Guru Qur'an, Ini Pesannya!
- Bupati Jeneponto Tinjau Perbaikan Ruas Jalan Ruku-Ruku di Bangkala
- Husniah dan Ombas Pakai Pengacara Yang Sama Saat Berurusan dengan Polda
Prof. Karta juga mengapresiasi visi besar Wali Kota Makassar yang ingin menjadikan kota ini sebagai pusat pendidikan dasar berkarakter di Indonesia.
“Pak Wali punya gagasan besar, bahwa suatu saat Makassar dapat menjadi kota rujukan sekolah dasar di Indonesia. Ini bukan mustahil, sebagaimana sekolah-sekolah swasta ternama di Bogor atau Depok yang menjadi magnet nasional,” terangnya.
Menurutnya, penguatan bahasa daerah juga menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter. Perlu ditelusuri sejauh mana penguasaan bahasa daerah terhadap pembentukan karakter.
Menutup pemaparannya, Prof. Karta mengajak seluruh unsur pimpinan UNM untuk berbagi riset dan pengalaman terkait pendidikan karakter, kearifan lokal, dan muatan budaya. Hasilnya akan menjadi pijakan program yang terukur bersama Pemkot Makassar.
“Kami siap diberi tugas oleh Pak Wali untuk menyusun kurikulum berkarakter. Ini sangat urgen, terutama dalam menanamkan nilai-nilai karakter sejak dini,”tandasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
