Perusahaan-perusahaan global yang punya misi yang sama, yakni memacu pertumbuhan ekonomi dan tetap bertanggungjawab pada lingkungan, menjadi parner yang pas bagi Vale.
Misi MIND ID yang hendak menjadi pemain utama dalam bisnis baterai, ditunjang oleh melimpahnya cadangan bahan baku berupa bijih laterit yang kaya dengan limonite, di Pulau Sulawesi.
Mengutip data Badan Geologi Kementerian ESDM, pada 2022, cadangan bijih limonite mencapai 2,64 miliar ton. Dengan melihat kapasitas industri HPAL yang rata-rata akan beroperasi pada 2026, cadangan itu bisa bisa bertahan hingga 33 tahun ke depan.
Dengan menggunakan asumsi smelter pada tahap perencanaan selesai pada 2026, diproyeksikan cadangan bijih nikel limonite Indonesia bertahan hingga 2048.
Persoalannya, bijih laterite di Sulawesi tidak berada di kedalaman tanah yang jauh di bawah. Sehingga, model penambangan nikel laterit cenderung melebar, dan bakal menghasilkan air limpasan yang banyak ketika aktivitas pertambangan dimulai. Air limpasan tambang laterit ini mengandung TTS (Total Suspended Solid), dan chrome hexavalen. Senyawa racun yang berbahaya jika dikonsumsi makhluk hidup.
- Living Lab Ekonomi Sirkular: Kemitraan Universitas Negeri Makassar dan TPS3R Karebosi Didukung oleh Program Bestari Saintek 2026
- Bank Sulselbar Kembali Bersinar, Boyong Dua Penghargaan Banking Customer Experience 2026
- MAF Polbangtan Kementa Vol. 7 Edisi 25 Dorong Transformasi Pengendalian OPT Modern untuk Produktivitas Pertanian Nasional
- Yayasan AHM Berikan Penghargaan kepada Tiga Bengkel Binaan Berprestasi
- Perkuat Budaya Keselamatan Laboratorium, Polbangtan Kementan Gelar Workshop Pengelolaan Limbah B3
Untuk masalah di atas Vale sudah sangat berpengalaman. Vale punya fasilitas khusus bernama Lamella Gravity Settler (LGS). Ini adalah fasilitas penyaringan air yang terbaik dan mahal.
Mengadopsi unit treatment yang biasa digunakan PDAM, dan dikelola oleh tim ahli di bidang hidrologi. Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mengklaim ini adalah fasilitas penyaringan air pertama yang terpasang di lokasi tambang.
Fasilitas ini dibangun Vale atas kerja sama BPPT. Dibangun dengan biaya 6,2 juta dolar AS atau sekitar Rp95 miliar. Vale bahkan mengeluarkan USD 1 juta per tahun untuk mengoperasikan fasilitas ini.
Fasilitas dengan biaya mahal inilah yang membuat air limpasan tambang PT Vale selalu memenuhi standar baku mutu. LGS ini bekerja dengan mengendapkan kandungan-kandungan air limpasan tambang yang berbahaya dikonsumsi masyarakat.
LGS mengelola seratus kolam-kolam sedimen yang tersambung dengan sekitar 200 sediment pond di sekitar kawasan Blok Sorowako-Petea. Di sekitar area Blok Sorowako, banyak kolam-kolam mirip tambak ikan, begitulah model sediment pond.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
