Komentari Pengakuan Teroris, Politikus PSI: Anies Baswedan Koalisi dengan FPI

Terkini.id, Jakarta – Politikus PSI, Guntur Romli mengomentari pengakuan teroris Saiful Basri. Ia pun lantas menyindir Gubernur DKI Anies Baswedan yang disebutnya kerap memuji dan berkoalisi dengan Front Pembela Islam (FPI).

Hal itu diungkapkan Guntur Romli lewat cuitannya di Twitter, seperti dilihat pada Jumat 16 April 2021.

Dalam cuitannya tersebut, kader PSI ini menyebut salah satu teroris Jakarta yakni Saiful Basri telah mengakui bahwa dirinya membuat sebuah bom untuk meledakkan SPBU yang berlokasi di Jalan Raya Bogor.

Baca Juga: Soal Namanya Ungguli Anies dan AHY di Survei Capres 2024,...

“Saiful Basri Akui Buat Bom untuk Ledakkan SPBU Jalan Raya Bogor,” cuit Guntur Romli.

Selain itu, lanjut Guntur, Saiful Basri juga mengaku menjadi anggota FPI sudah sejak tahun 1998.

Baca Juga: Soal Sumur Resapan di Jaksel, Guntur Romli: Cara Licik Anies...

“Dia mengaku jadi FPI dari tahun 1998,” ujar kader PSI ini.

Guntur pun lantas menyindir nama gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkait pengakuan teroris tersebut.

Menurut Politisi PSI ini, Anies selalu memuji-muji FPI dan berkoalisi dengan ormas yang telah dibubarkan pemerintah tersebut.

Baca Juga: Soal Sumur Resapan di Jaksel, Guntur Romli: Cara Licik Anies...

“Apa kabar aniesbaswedan yang selalu muji-muji FPI & berkoalisi selama ini,” kata Guntur Romli menandai Twitter Anies Baswedan.

Guntur Romli dalam cuitannya itu juga menyertakan link artikel pemberitaan berjudul ‘Saiful Basri Akui Buat Bom untuk Ledakkan SPBU Jalan Raya Bogor’.

Mengutip Detik.com, seorang terduga teroris yakni Saiful Basri yang diburu Densus 88 Antiteror Polri menyerahkan diri ke Polsek Pasar Minggu pada Kamis kemarin.

Saiful Basri mengatakan bahwa dirinya membuat bom yang rencananya akan diledakkan di sebuah SPBU di Jalan Raya Bogor.

Saiful Basri awalnya memberikan pengakuan bahwa dirinya adalah anggota laskar Front Pembela Islam (FPI) pada 1998.

Dia juga hadir dalam pembuatan bom yang dilakukan oleh terduga teroris yang sebelumnya sudah ditangkap polisi, Habib Husein dan Zulaimi Agus.

“Saya atas nama Saiful Basri selaku anggota Laskar FPI tahun 1998 saya mengetahui rencana pembuatan yang dilakukan oleh Habib Husein dan Zulaimi Agus, saya mengetahui dan ikut serta dalam percobaan bahan peledak dan pembuatan sumbu yang dilakukan oleh Zulaimi Agus, Ahmad Junaidi dan Malik. Saya ikut serta acara sumpah dan ikrar kepada ulama dan tidak berkhianat kepada kelompok Habib Husein yang dilakukan di salah satu Musola di dekan UIN Tangerang Selatan,” ujarnya.

Bagikan