Langkah kedua adalah melakukan pengerukan saluran air baku sepanjang sekitar tujuh kilometer dari kawasan Intake Manggala menuju IPA Panaikang.
Pengerukan dilakukan karena sedimentasi yang menumpuk selama puluhan tahun menyebabkan kapasitas saluran terus menurun.
“Alhamdulillah kami melakukan pengerukan sepanjang tujuh kilometer dengan kedalaman sedimentasi lebih dari dua meter. Sejak 1979 saluran ini belum pernah dikeruk sehingga kondisinya sudah sangat memerlukan normalisasi,” jelasnya.
Adapun langkah ketiga adalah membangun koneksi jaringan perpipaan dari Macini Sombala menuju Gatot Subroto. Air selanjutnya akan didistribusikan ke wilayah utara Kota Makassar.
“Nanti akan kami atur distribusinya dari Gatot Subroto sehingga suplai ke wilayah utara bisa lebih maksimal. Setelah itu kami bersama Komisi B akan kembali turun melihat wilayah mana saja yang masih belum terjangkau,” katanya.
- Dipusatkan di Ruas Bua-Rantepao, Gubernur Sulsel Groundbreaking MYP Paket 6 untuk 20 Ruas Jalan
- Program Dosen Berkarya Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya Dorong Penguatan Kolaborasi Blue Economy di Pesisir Singkawang
- Asmo Sulsel Cetak Pelopor #Cari_Aman Lewat Safety Riding Competition 2026
- Tak Sekadar Terima Laporan, Wali Kota Appi Susuri Lorong Pastikan Air PDAM Mengalir ke Rumah Warga
- Barcode Tak Terbaca, Kadisdukcapil Pastikan Sejumlah KK yang Diduga Palsu Bukan Produk Capil
Andi Syahrum menjelaskan, pengoperasian Intake Manggala telah memberikan tambahan pasokan air baku yang cukup besar. Sebelum intake dioperasikan, debit air dari Bendung Leko Pancing terus mengalami penurunan akibat musim kemarau.
“Sebelumnya pasokan dari Leko Pancing tinggal sekitar 500 liter per detik dari kondisi normal sekitar 700 liter per detik. Alhamdulillah setelah pompa ini berjalan, pasokan air baku sudah mencapai lebih dari 1.300 liter per detik, bahkan mendekati 1.500 liter per detik,” ujarnya.
Ia berharap kondisi tersebut semakin membaik apabila curah hujan kembali meningkat sehingga ketersediaan air baku dapat terus terjaga.
Andi Syahrum juga menyampaikan apresiasi kepada Komisi B DPRD Kota Makassar yang selama ini aktif mengawal dan mengawasi peningkatan pelayanan air bersih.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Ketua Komisi B beserta seluruh anggota yang terus memantau, mengawasi, sekaligus memberikan masukan kepada kami agar pelayanan kepada masyarakat semakin baik. Hari ini Komisi B menyaksikan langsung hasil kerja yang telah kami lakukan. Insyaallah kami akan terus bekerja meningkatkan pelayanan air bersih bagi seluruh masyarakat Kota Makassar,” tutupnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
