Oleh: Imam Shamsi Ali
Wanita dalam sejarah peradaban manusia selalu menjadi perbincangan yang hangat.
Selain karena wanita seringkali menjadi penentu kebangkitan atau keruntuhan sebuah peradaban, juga wanita memang selalu menjadi isu yang sensitif.
Pembicaraan tentang wanita selalu menjadi daya tarik. Karenanya ada yang disebut hari wanita (women’s day) dan tidak ada yang demikian untuk kaum pria.
Islam sendiri selalu menjadi sorotan ketika terjadi pembicaraan tentang wanita.
Sayangnya pada umumnya dunia Barat memiliki kesalah pahaman tentang posisi Islam terhadap wanita. Kesalah pahaman ini kemungkinan disebabkan oleh tiga kemungkinan:
- Dugaan Pungli 20 Persen di Puskesmas Tarowang Terungkap Lebih Jelas, No Rek Pengumpul Dana Tercium
- BRI Consumer Expo 2026 Hadir di Makassar, Tawarkan Ragam Promo Hunian, Kendaraan, hingga Liburan Impian
- Jalan Lingkar Unhas Masuki Tahap Betonisasi, Gubernur Sulsel: Demi Kelancaran Mobilitas Warga
- Asmo Sulsel Perluas Roadshow in Cafe, Dekatkan Beragam Motor Honda ke Masyarakat di Berbagai Kota
- Rappo Indonesia Gelar 'Beyond The Waste', Libatkan 115 Relawan Tanam 500 Mangrove di Untia di Momen HUT Ke-6
Satu, karena kebodohan kepada Islam.
Dua, memang kesengajaan untuk merusak citra Islam.
Tiga, karena praktek-praktek salah umat Islam yang dianggap bagian dari Islam.
Wanita dalam sejarah dunia
Sebelum membahas tentang status wanita dalam Islam ada baiknya kita lihat secara singkat perlakuan kepada kaum wanita dalam sejarah berbagai peradaban manusia.
Dalam peradaban kuno mesopotamia wanita dianggap bagian dari properti dan mereka biasanya dipaksa menikah sebagai bagian dari transaksi.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
