Masuk

Konsorsium Perguruan Tinggi Adakan Seminar dan Lokakarya Pascasarjana di STAI Al Furqan Makassar

Komentar

Terkini.id, Makassar – Usai acara tudang sipulung di Balla Lompoa Kassi Kebo, Bupati Maros menerima President Kuala Lumpur Business School di Rumah Jabatan.

Mendampingi penerimaan tersebut, Dewan Pendidikan Kabupaten Maros, Dr. Muhammad Nurjaya, bersama dengan pengurus Dewan Pendidikan.

Ismail Suardi Wekke, Sekretaris Dewan Pendidikan Kabupaten Maros menyampaikan tersebut dalam Seminar dan Lokakarya Pascasarjana, Selasa, 20 September 2022.

Baca Juga: Perkenalkan Kopi Mallawa di Maros, Pelaku Usaha Dilatih Menyajikan

Seminar dan Lokakarya Pascasarjana dilaksanakan usai pelantikan Direktur Pascasarjana STAI Al Furqan, Makassar di kampus Al Furqan, Daya, Makassar.

Sekaligus kesempatan tersebut, Ismail Suardi Wekke menyampaikan selamat atas dilantiknya Dr. Muhammad Tang, sebagai direktur pascasarjana STAI Al Furqan, Makassar.

Dalam program kolaborasi, Dewan Pendidikan Kabupaten Maros melaksanakan kegiatan melalui konsorsium pendidikan tinggi.

Baca Juga: 19 Universitas Terbaik di Kota Makassar Versi Lembaga UniRank 2022

“Tidak saja dari perguruan tinggi yang ada di Maros, tetapi juga dari wilayah lain. Termasuk bergabung dari Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, dan Papua” tutur Ismail.

Dalam konsorsium tersebut, sudah bergabung 4 perguruan tinggi dari Maros. Juga turut bergabung dari Makassar, Pangkep, Wamena, Palopo, Polman, dan Mamuju.

Begitu juga dengan Kendari, Pasangkayu, Jeneponto, Sengkang, dan Barru.

Keberadaan konsorsium ini menjadi bagian dari upaya dan ikhtiar untuk membangun sinergi dalam pengembangan pendidikan tinggi di Maros.

Baca Juga: Sah, Kawasan Geopark Maros Pangkep Jadi Bagian UNESCO Global Geopark

“Termasuk kebutuhan bersama, terkait dengan program internasional,” kata Ismail.

Ismail melanjutkan bahwa dengan kedatangan tamu dari Kuala Lumpur yang diterima dalam bentuk acara Tudang Sipulung Pendidikan, menjadi kesempatan untuk menjalin kerjasama internasional.

Program selanjutnya dalam kerangka konsorsium adalah dengan pelaksanaan Student Mobility di Asia Tenggara dengan tiga negara, Malaysia, Thailand, dan Singapura.

“Dukungan Bupati Maros dalam pembentukan konsorsium sejak awal didapatkan. Dengan kehadiran Bupati Maros yang saat itu diwakili Kabag Kesra Pemerintah Kabupaten Maros menjadi kesempatan untuk mengkomunikasikan Prakarsa tersebut,” pungkas Ismail.