Terkini, Makassar – Kasus penganiayaan terhadap keluarga pasien di Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Kementerian Kesehatan di Center Point of Indonesia (CPI) Makassar, terjadi pada Kamis 6 November 2025 lalu.
Korban penganiayaan, SS kini mendesak kepolisian untuk menangkap pelaku tersebut, karena sebulan lebih setelah peristiwa itu, pelaku belum diamankan kepolisian.
SS mengungkapkan, pelaku penganiayaan yakni Agum Qhalik, sebelumnya telah diperiksa Kepolisian Sektor (Polsek) Tamalate Kota Makassar.
“Dari surat pemberitahuan polisi (SP2HP), Polsek menyampaikan telah memiliki bukti permulaan yang cukup untuk meningkatkan kasusnya ke penyidikan, karena itu kita minta tidak ada lagi kompromi. Pelaku harus ditahan,” ungkap SS, Sabtu 27 Desember 2025.
SS sebelumnya dianiaya oleh Agum di ruang perawatan di RSUP Kemenkes CPI pada 6 November 2025 lalu. Pelaku yang juga saudara tiri korban, memukul SS pada bagian wajah, dada dan mencekik korban.
- Serap Aspirasi Warga Bontoa, Ketua Komisi IV DPRD Jeneponto Terima Beragam Usulan
- Premanisme Berkedok 'Petani Lada' di Hutan Lindung Loeha Raya, Petugas Kemenhut Diusir Saat Bertugas
- Lantik BPC Perhumas Makassar, Gloria Oyong Tekankan Komunikasi Proaktif dan Empati Krisis
- Gawat, Bupati Gowa Husniah Talenrang Terseret Tiga Kasus yang Berproses di Kepolisian
- Gelar Reses, Ketua Komisi II DPRD Jeneponto Imam Taufiq, Serap Aspirasi Warga Kecamatan Turatea
SS mengaku mengalami demam dan trauma setelah kejadian tersebut.
Kronologinya berawal saat SS dan ibu tirinya, cekcok mulut di area lobi Rumah Sakit, saat putranya yang berusia 3 tahun sedang dirawat karena sakit cacar.
Lalu, saat SS naik ke kamar perawatan tempat anaknya yang berusia 3 tahun itu dirawat, rupanya saudara tirinya, Agum ikut naik dan melakukan pemukulan di ruang perawatan.
Pemukulan itu disaksikan oleh dua anak SS, yakni anaknya yang sedang sakit itu, dan satu lagi sudah duduk di bangku SMA.
Akibat pemukulan tersebut, ibu ‘single parent’ itu mengalami luka lebam di bagian pipi, dada dan beberapa tubuh lainnya. Luka-luka tersebut sudah melalui pemeriksaan visum di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
