Terkini.id,Makassar – Partisipasi pemilih perempuan dari periode ke periode selalu tinggi . Berdasarkan data KPU Sulsel di tahun 2014 untuk pemilu legislatif jumlah pemilih 4.728.630 dari jumlah itu terbanyak pemilih perempuan 2.492.257 dan pemilih laki-laki 2.196.373 sedangkan -laki. Sedangkan Pemilu 2014 dari total 3,045,345 suara perempuan sebanyak 1,653,587 dan laki-laki 1,391,758.
“Berdasarkan data DPT, pemilih perempuan tinggi dibandingkan laki-laki. Demikian halnya angka partisipasi, hal ini menunjukkan perempuan melek dan tercerdaskan informasi pemilu,” kata Faisal Amir.
Anggota KPU Provinsi Sulsel Divisi Parmas ini menyampaikan peran penting perempuan dalam pemilu dan pemilihan cukup tinggi. Karenanya diharapkan kontribusi untuk pemilu serentak 17 April mendatang perempuan makin banyak menyalurkan hak politiknya.
Dalam kegiatan sosialisasi yang digelar KPU Sulsel bekerjasama dengan Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDI) Sulsel menyasar segmen perempuan. Ratusan peserta yang hadir dalam organisasi mahasiswa, Majelis Taklim, kader pengerak Fatayat NU, Singgasana, 10 Februari 2019. Selain materi, juga ada simulasi penjelasan tata cara mencoblos.
“ pendidikan politik perempuan, pengetahuan kepemiluan bagi pemilih perempuan agar bisa menjadi bekal bagi perempuan bisa berkompetisi disektor manapun. Tidak hanya sebagai pemilih tetapi kedepan bisa menjadi mencalonkan di legislatif maupun bergabung menjadi penyelenggara pemilu, “ kata Faisal
- Polisi Telusuri Jejak Anggaran Pilkada Soppeng Rp43 M, KPU Diduga Tak Transparan
- KPU Tetapkan Hasil Rekapitulasi Suara Pilgub Sulsel 2024
- KPU Pastikan Debat Kedua Pilkada Soppeng Tetap Digelar
- Dua Pasangan Cabup dan Cawabup Soppeng Sepakat Menolak Debat Kedua, KPU Belum ada Pembatalan Resmi
- 101.836 KPPS se-Sulawesi Selatan di Lantik Secara Serentak
Dalam kesempatan ini, Faisal juga berharap pemilih perempuan mempertahankan grafik partisipasi dari periode ke periode selalu meningkat. Untuk itu, pengetahuan kepemiluan harus dipahami betul dalam proses tahapan pemilu yang berjalan.
Misalnya, kata Faisal, pengetahuan kategori pemilih dan syarat pemilih. Ada yang namanya pemilih Daftar Pemilih Tetap (DPT), Daftar pemilih Tetap tambahan (DPTb) pemilih pindahan yang menggunakan formulir A5 dan Daftar Pemilih Khusus (DPK) yang secara berbeda waktu mencoblos. Selain itu, pemilih juga harus paham soal dapil karena terkait pemilih pindahan dan tata cara mencoblos.
“ Harus dipahami tata cara mencoblos, untuk menghindari banyaknya suara tidak sah, “ tambah Faisal.
Mardiana Rusli, Ketua Presidium JaDI Sulsel, partisipasi perempuan tinggi, tindak hanya jumlah pemilihnya tetapi menggunakan hak suaranya di TPS juga lebih tinggi dibandingkan pemilih laki-laki.
“Partisipasi perempuan sangat tinggi, sebaliknya jumlah caleg terpilih perempuan belum memenuhi quota 30 %, “ kata Ana Rusli dalam kegiatan Afirmasi Perempuan dalam Politik, 10 Februari 2018,
Lanjutnya jumlah perempuan DPRD Provinsi Sulsel dari 85 kursi hanya 15 yang di isi oleh perempuan. Hal lain menurut Ana, minat perempuan untuk menjadi penyelenggara di 2019 masih kurang di beberapa daerah komisioner KPU perempuan justru tidak ada. Seperti Takalar,Bulukumba, Luwu, Palopo, Luwu Utara dan Pinrang, ada perempuan yang mendaftar itu jatuh di proses dengan berbagai alasan baik dari nilai CAT maupun oleh putusan tim seleksi.
“Perempuan sebaiknya lebih meningkatkan potensi diri melalu berbagai kegiatan. Pelatihan dan pendidikan pemilih mapun para caleg,ikut aktif dalam sosialisasi untuk mendorong partisipasi juga pengetahuan kepemiluan agar bisa menduduki posisi strategis,”tutur Ana.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
