Masuk

Lagi-lagi, Pengurus Pesantren Ditangkap Atas Pelecehan Seksual Kepada Santriwatinya Sebanyak 10 Kali di Subang.

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Diduga oknum pengurus pesantren di Subang lakukan pelecehan seksual kepada santriwati lebih dari sepuluh kali.

Dilansir dari iNewsJabar.id pada Jumat 24 Juni 2022, menginformasikan terkait dugaan kepada pengurus pesantren yang mencabuli santriwati nya.

Dalam informasi tersebut, pengurus pondok pesantren berinisial DAN, merupakan pegawai negeri sipil (PNS) di kantor Kementerian Agama (Kemenag) Subang, dan sekaligus sebagai pengurus salah satu pesantren disana.

Baca Juga: CCTV dan Tidak Berani Bersumpah Jadi Bukti Kuat Kasus Pelecehan Seksual di Mekkah

Saat ini, pelaku sudah diamankan oleh Polisi setempat untuk mempertanggungjawabkan perlakuannya.

Adapun lokasi pelaku bekerja sebagai pengurus pesantren adalah di Mekarsari, Kecamatan Kalijati, Subang.

Sementara itu, motif pelaku saat melakukan pelecehan seksual kepada santriwati tersebut berdasarkan pelajaran agar mendapatkan ridho dari guru.

Baca Juga: Warga Sulsel Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Masjidil Haram, Disiksa Agar Mengaku

Terlebih lagi, Kapolres Subang AKBP Sumarni mengatakan bahwa pelaku melalukan aksi bejatnya pada santriwati yang kini berusia lima belas tahun.

“Itu kata-kata pelaku kepada korban saat melakukan aksi bejatnya. Saat itulah pelaku melakukan aksinya hingga lebih dari sepuluh kali sejak Desember 2020 hingga 7 Desember 2021,” kata Kapolres Subang.

Sebelumnya, kasus tersebut diketahui ketika korban menuliskan curahan hati yang kemudian dibaca oleh kakak korban.

Sementara itu, kasus itu dilaporkan pada tanggal 23 Mei 2022. Dengan barang bukti pakaian dan tulisan dari curahan hati (curhat) korban. 

Baca Juga: Demi Skenario Pelecehan Seksual, Putri Candrawathi Diduga Sengaja Berpakaian Seksi di Depan Brigadir J

Lantas, tim Penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Subang langsung turun tangan dalam menangkap pelaku.

“Tersangka DAN dijerat Pasal 81 ayat 1, 2, dan 3, atau Pasal 82 ayat 1, juncto Pasal 76 E dan D atau Pasal 82 ayat 2 atau Pasal 81 ayat 3UU 35/2014 UU Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,” tutur Kapolres Subang.