Lakukan Pendampingan di Kota Makassar, Mahasiswa Polbangtan Gowa Kenalkan LIA ke Masyarakat Sekitar Tempat Tinggal

Mahasiswa Polbangtan Gowa Kenalan LIA pada Masyarakat Kota

Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa Kembali menunjukkan loyalitasnya dalam mendukung setiap program kerja dari kemnterian pertanian. Kali ini Polbangtan Gowa melakukan pendampingan terhadap petani dalam rangka penerapan budidaya pertanian yang ramah lingkungan dengan menerapkan teknologi pertanian rendah biaya Low Input Agriculture (LIA) yang sangat membantu petani bahkan kelestarian lingkungan bisa tetap terjaga.

Program LIA ini merupakan program dari Kementan dalam memanfaatjkan area sempit sebagai lahan pertanian untuk bangunan baik perumahan atau pusat perbelanjaan marak terjadi. Apalagi di tengah-tengah keramaian kota. Kementerian Pertanian mendorong masyarakat untuk memanfaatkan lahan pekarangan yang menghasilkan pangan tambahan untuk keluarga. Dari lahan pekarangan bisa dihasilkan sayur sehat, tanaman obat dan tanaman lainnya yang bisa digunakan untuk konsumsi keluarga. 

“Tujuan melindungi lahan pertanian pangan dan memanfaatkan pekarangan sebagai lahan pertanian antara lain menjamin tersedianya lahan pertanian pangan secara berkelanjutan, mewujudkan kemandirian, ketahanan, dan kedaulatan,” ujar Syahrul.

Melalui instruksi langsung Direktur Polbangtan Gowa, seluruh mahasiswa yang saat ini menjalankan LFH agar dapat terjun langsung ke lahan pertanian yang ada disekitar mereka untuk melakukan pendampingan dalam rangka penerapan budidaya pertanian yang ramah lingkungan. Salah satu mahasiswi Polbangtan Andi Ayu Tenriawaru turut melakukan pendampingan pada warga yang ada di Kecamatan Rappocini, Kota Makassar.

Dibimbing oleh bapak Drs. Muh Arby Hamire, M.Si sebagai dosen pembimbing, Ainun melakukan pendampingan dalam rangka pengendalian hama tanaman dengan cara penyiangan tanaman cabe dan juga pembuatan dan pengisian media tanam (polybag). Dalam kegiatan ini, Ainun membentuk beberapa kelompok tani di sekitar Poktanrong minasa Sari, di perumahan  minasa sari Kel. Minasa upa Kec. Rappocini Kota Makassar untuk memanfaatkan halaman rumah mereka agar produktif. 

Baca juga:

Ainun menjelaskan secara singkat mulai dari pembibitan, penyiangan, pengisian polybag, pemeliharaan, hingga proses panen sebelum anggota kelompok melakukan proses budidaya cabe secara langsung. Selain membantu pemeliharaan budidaya tanaman cabe selama masa pandemic Covid-19, kegiatan ini juga membantu meningkatkan kesadara masyarakat dalam bertani, meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat, sekaligus mewujudkan swasembada pangan selama masa pandemic Covid-19.

Diharapkan dengan turunnya mahasiswa sebagai pendamping di wilayah masing-masing dapat meningkatkan produktifitas pertanian. Termasuk dapat memberi motivasi kepada para masyarakat, sehingga mereka dapat memanfaatkan pekarangan dengan maksimal sehingga dapat memberikan hasil.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menyatakan bahwa peningkatan peran generasi muda pertanian dalam mengembangkan dan memajukan sektor pertanian, agar lebih prospektif dan berpeluang ekspor perlu diprioritaskan, sehingga dibutuhkan petani-petani muda yang dapat memberikan kontribusi dalam gerakan pembaruan pembangunan pertanian.

Sejak masuknya era Revolusi Industri 4.0, Kementerian Pertanian melakukan terobosan dalam meningkatkan produksi pertanian di berbagai komoditas melalui peningkatan minat generasi muda.

Menindaklanjuti pernyataan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Prof. Dedi Nursyamsi menegaskan bahwa regenerasi petani sudah sangat mendesak untuk dilakukan karena menjadi penentu kemajuan pertanian di masa depan. Sehingga mampu membantu menyediakan pangan bagi masyarakat.

“Dibutuhkan sekelompok anak muda yang memiliki loyalitas dan integritas tinggi untuk memajukan pertanian Indonesia secara modern dan berorientasi ekspor agar Indonesia menjadi negara agraris yang mandiri pangan,” tegas Dedi. (IKL)

Komentar

Rekomendasi

STIE Nobel Indonesia Bakal Gelar Serial Webinar Kewirausahaan

Mahasiswa dan Petani Panen Jagung di Gowa, Bukti Aktfitas Pertanian Tidak Berhenti, Stok Pangan Terjaga

Masa LFH dimanfaatkan Mahasiswa Polbangtan bersama Petani Laksanakan Kegiatan “Mangubbu Padi”

Mahasiswa Polbangtan Manfaatkan Kegiatan Pendampingan Petani untuk Mengasah Keterampilan dan Keahlian Lapangan

Di Masa Pandemi, Mahasiswa Turut Andil Menjaga Ketersediaan Pangan. Masa LFH Aktif Bantu Petani

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar