Terkini.id, Jakarta – Usai melaporkan dua putra Presiden Jokowi ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Analis Sosial Politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubedilah Badrun mendadak viral.
Kedua putra Presiden Jokowi yakni, Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep. Hal tersebutlah Ubedilah pun ramai diperbincangkan di Tanah Air hingga diundang ke podcast Refly Harun di Youtube-nya.
Dalam podcast tersebut, Ubedilah membeberkan alasanya sampai berani melaporkan dan melawan tindakan semena-mena sejumlah pihak.
Menurutnya, Ubedilah mengaku sangat memegang prinsip dan mengikuti ajaran Rasulullah Shalallaahu Alaihi Wassalaam, yang berguna bagi banyak manusia lain.
“Jadi apa yang membuat saya masuk ke ranah ini, dulu saya diajarkan oleh orang tua, satu prinsip penting bahwa ikuti sabda Rasulullah, saya seorang muslim yang pernah belajar agama Islam, pernah mengatakan ‘khoirunnas anfauhum linnas’ sebaik-baik manusia adalah memberi manfaat untuk orang banyak,” ujarnya.
- Usai Dilantik Presiden Jokowi, Kepala BPOM Taruna Ikrar Langsung Tancap Gas
- Putri Mantan Bupati Bantaeng Sambut Presiden Jokowi
- Kunjungi Desa Layoa, Presiden Jokowi Jalan di Atas Slag Nikel Huadi Group
- Presiden Jokowi Resmikan Bendungan Pamukkulu di Kabupaten Takalar
- Presiden Jokowi Makan Siang di RM Aroma Laut Bantaeng
Prinsip tersebut membuat hati Ubedilah tergerak ketika melihat terjadinya praktik yang merugikan banyak orang.
“Semangat itu membuat saya gelisah ketika negara makin amburadul, saya gelisah ketika negara korupsi merajalela, dan petinggi (pemerintah) menganggap itu baik-ba ik saja,” jelasnya.
Dosen UNJ ini juga menilai, kaum intelektual harus turun tangan menyampaikan kebenaran. Dilansir dari Galamedia. Rabu, 12 Januari 2022.
“Dalam situasi semacam itu, mesti ada kaum intelektual menyampaikan kebenaran yang menyuarakan kebenaran, karena nanti efeknya mengubah keadaan secara lebih besar, kolektif masyarakat banyak,” imbuhnya.
Bila laporan ini berhasil, Ubedilah yakin dampaknya akan luar biasa bagi banyak orang.
“Kalau agenda-agenda kebaikan ini kemudian berhasil, dampaknya luar biasa untuk orang banyak,” ungkapnya.
“Semangat ‘khoirunnas anfauhum linnas’ itu sebenarnya yang muncul dalam pikiran saya dan itu yang kemudian nyambung dengan semangat reformasi, bagaimana kita menempatkan kepentingan nasional sebagai agenda utama kita misalnya,” pungkasnya.
Sebagai informasi, Ubedilah melaporkan Gibran dan Kaesang terkait dugaan kasus pencucian uang (TPPU).
Ubedilah mengatakan bahwa Gibran dan Kaesang ikut terseret dalam TPPU serta KKN dengan grup bisnis yang diduga terlibat dalam kasus pembakaran hutan.
Perusahaan berinisial PT SM tersebut, menurut Ubedilah, jadi tersangka pembakaran hutan.
Perusahaan tersebut dituntut Kementerian Lingkungan Hidup dengan nilai Rp7,9 triliun.
Dalam, pada tahun 2019, Mahkamah Agung hanya mengabulkan tuntutan Rp78 miliar kepada PT SM.
Dia menyebut, dua anak Jokowi tersebut diduga ikut memiliki dan bergabug dengan PT SM.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
