Terkini.id — Legislator DPRD Sulsel dari Fraksi PKB, Fauzi A Wawo menyampaikan, meriah tidaknya syiar Islam di sebuah daerah sangat bergantung kepada pemimpinnya.
Jika pemimpinnya abai dan tidak peduli umat, maka kegiatan-kegiatan keagamaan termasuk tahun baru Islam tidak akan dilirik.
Bagi Uci sapaan akrab Fauzi A Wawo, tentunya menjadi atensi PKB. Maka dari itu, salah satu pertimbangan partainya mengusung Syamsu Rizal-Fadli Ananda (Dilan) pada Pilwalkot Makassar 2020 karena pasangan ini punya komitmen mendukung kegiatan-kegiatan keagamaan.
“Ya ini penting. Kita butuh wali kota yang memang peduli umat, tidak menyepelekan kegiatan-kegiatan keagamaan,” kata legislator dari daerah pemilihan Kota Makassar tersebut, di Makassar, Sabtu 22 Agustus 2020.
Kekhawatiran PKB cukup beralasan. Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar berulang kali meniadakan kegiatan keagamaan yakni Tahun Baru Islam. Seperti pada tahun 2016 dan 2017.
- Tambang Ilegal Diduga Tetap Beroperasi di Desa Tuju, Pernyataan Tegas Polres Jeneponto Belum Nyata
- Anggota DPRD Makassar Andi Odhika Cakra Serap Aspirasi Warga di Kecamatan Tamalanrea dan Biringkanaya
- Wakil Ketua DPRD Gowa Tegaskan RDP Bukan Campuri Urusan Privat
- Berdiri Megah di Titik Nol Pembangunan, Tugu TMMD ke-128 Jadi Simbol Abadi Kemanunggalan TNI di Jeneponto
- Poltekpar Makassar Berdayakan Ibu-Ibu Sawundarek Raja Ampat melalui PKM Pariwisata Berkelanjutan
Ironisnya, Pemkot Makassar meniadakan kegiatan keagamaan kala itu dengan dalih tidak ada dana. Mereka akhirnya sebatas ikut serta dalam kegiatan pemerintah provinsi.
“Semoga itu tidak lagi terulang pada pemerintahan berikutnya. Insyaallah, jika Dilan yang diamanahkan, maka tak ada kejadian seperti itu,” ujar Uci.
Bukan tanpa alasan Uci optimistis Dilan tidak akan mengabaikan kegiatan keagamaan. Latar belakang mereka bisa menjadi jaminan. Deng Ical merupakan kader tulen Muhammadiyah dan dikenal dekat dengan banyak ulama. Di pemerintahan lalu, Deng Ical memang tak bisa berbuat apa-apa karena sebatas 02.
Adapun latar belakang Fadli bisa dibilang lebih ‘ekstrem’. Ia merupakan kader dan pengurus NU, juga putra dari salah satu patron NU Sulsel, Prof Iskandar Idy.
“Tidak mungkin Deng Ical dan Fadli abai dengan umat maupun kegiatan keagamaan. Ya mereka ini dididik dan dibesarkan dalam lingkungan tersebut. Apalagi Fadli, ia asli berdarah NU, ayahnya itu pejuang dan mantan ketua NU wilayah,” tandasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
