Terkini.id, Gowa – Pandemi Covid-19 tidak menyurutkan semangat Universitas Hasanuddin (Unhas) untuk mendorong mahasiswa dalam melaksanakan Kuliah Kerja Nyata.
Biasanya, KKN dilaksanakan dengan menerjunkan mahasiswa secara langsung untuk mengabdi di desa-desa.
Namun, pelaksanaan KKN kali ini dilakukan secara daring dengan tema “Bersatu Melawan Covid-19” dan dilaksanakan di rumah masing-masing peserta KKN berdasarkan domisili mereka.
Gowa 4 merupakan salah satu kelompok KKN yang terdiri dari 19 mahasiswa yang berasal dari domisili yang berbeda-beda. Program kerja yang dilakukan pun berbeda-beda akan tetapi tetap satu tujuan yaitu #melawancovid-19.
Nasrawati, salah satu peserta KKN Unhas Gowa 4 mengatakan bahwa di masa pandemi saat ini banyak masyarakat yang harus kehilangan pekerjaan mereka karena terjadinya PHK besar-besaran di tempat kerja yang pada akhirnya berdampak pada kesejahteraan keluarga mereka.
- Telkomsel Hadirkan Wi-Fi untuk Rumah dengan Banyak Sekat dan Kamar, Lebih Stabil dan Optimal
- Halal Bihalal Bersama Forkopimda Luwu Timur, PT Vale Jaga Komitmen untuk Kemajuan Daerah
- Frederik Kalalembang Kawal Pemulangan Jenazah TKI dari Laut Eropa ke Toraja, Keluarga Ucap Terima Kasih
- Delapan Kesebelasan Bakal Memperebutkan Tiket Semifinal Turnamen Bupati Cup I Jeneponto, ini Jadwalnya
- Promo Kartini Garuda Indonesia Makassar Berikan Cashback bagi Pengguna BNI
“Adapun program kerja yang saya lakukan di Desa saya, Desa Pattallikang, Kecamatan Manuju, Kabupaten Gowa yaitu pembagian dan pemasangan poster mengenai cara pengolahan limbah peternakan berupa feses, urin, tulang, bulu, cangkang telur, dan kulit sapi menjadi produk yang bernilai ekonomis yang nantinya poster ini akan di pasang di rumah masyarakat, masjid, dan beberapa tempat umum yang bisa dilihat oleh orang banyak,” ujarnya, Minggu, 9 Agustus 2020.
Limbah peternakan pada umumnya hanya diabaikan bahkan dibuang begitu saja yang akhirnya menimbulkan masalah berupa pencemaran lingkungan dan menimbulkan bau tidak sedap.
Mahasiswa Fakultas Peternakan Unhas ini berharap bahwa dengan adanya poster ini nantinya dapat membantu masyarakat dalam mengolah limbah peternakan menjadi produk yang bernilai ekonomis seperti pupuk organik/kompos, pupuk organik cair, dan pakan tambahan untuk ternak yang kelak bisa dijual untuk menambah perekonomian keluarga.
“Kini saatnya kita mengubah masalah menjadi berkah,” pungkasnya.
Citizen Reporter: Nasrawati
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
