Terkini.id, Jakarta – Aktivis Tionghoa, Lieus Sungkharisma mengaku tak bisa menolerir tindakan Napoleon Bonaparte yang melakukan penganiayaan terhadap tersangka penistaan agama, M Kece.
Hal tersebut disampaikan Lieus Sungkharisma dalam dialog Catatan Demokrasi bertema “Mahalnya Harga Toleransi di Negeri Demokrasi” pada Selasa malam, 21 September 2021.
“Ada jenderal polisi bintang dua dia mukul (M Kece), saya tidak tolerir,” katanya, dilansir dari RMOL.
Lieus Sungkharisma menyinggung bahwa Indonesia merupakan negara hukum yang berlandaskan ideologi Pancasila.
Mempermalukan M Kece, menurutnya, adalah perilaku yang tidak sesuai dengan ideologi Pancasila.
- Irjen Ferdy Sambo Jadi Tersangka, Irjen Napoleon Bonaparte: Banyak Polisi Brengsek, Tapi Tidak Semua
- Soal Citra Kepolisian Buruk Karena Ferdy Sambo, Napoleon Bonaparte: Tidak Semua Polisi Brengsek
- Akui Tindakannya Salah Pada M Kece, Irjen Napoleon: Saya Jenderal yang Berani Bertanggungjawab
- Soal Kasus Irjen Ferdy Sambo, Napoleon Bonaparte: Buktikan Sekarang Daripada Dicibir
- Napoleon Bonaparte Singgung Soal Senpi Polisi Tembak Polisi: Istri Pertama Tidak Boleh Dipakai Orang Lain
“Itu cara-cara yang lepas dari cara kita sebagai Bangsa Indonesia yang punya ideologi Pancasila,” tegasnya.
Sebelumnya, polisi mengungkap kasus dugaan penganiayaan terhadap M Kece di dalam rutan yang diduga dilakukan oleh Napoleon Bonaparte.
Napoleon Bonaparte sendiri adalah mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional yang kini menjadi terdakwa kasus suap.
Ia diduga memukul M Kece dan melumuri tersangka penistaan agama itu dengan kotoran manusia.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
