Makassar Terkini
Masuk

Luhut Pandjaitan Salahkan Ukraina Soal Harga TBS yang Jeblok

Terkini.id, Jakarta – Luhut Binsar Pandjaitan selaku Menko Marves memberikan tanggapannya terkait harga Tandan Buah Segar (TBS) yang jeblok di Indonesia.

Luhut Pandjaitan mengatakan harga TBS jeblok karena Ukraina membuka kembali ekspor minyak nabati sunflower (minyak biji matahari).

Tidak berhenti sampai disitu, Ukraina juga memberlakukan penurunan nilai pajak ekspor biji matahari.

Diketahui sebelumnya Ukraina tidak memakai kebijakan tersebut selama lima bulan terakhir. 

“Memang tidak mudah menaikkan harga TBS itu karena kan selama ini harga minyak di Ukraina, minyak sunflower itu sudah lama tak ter ekspor berapa bulan tuh, empat sampai lima bulan. Sekarang dia (Ukraina) menurunkan pajak (ekspor juga), pengaruh lah ke yang lain,” ujar Luhut Pandjaitan, dikutip dari cnnindonesia.com, Jumat 8 Juli 2022.

Oleh karena itu, Luhut Pandjaitan tidak bisa berspekulasi kapan harga TBS akan kembali normal dan bisa menguntungkan petani TBS Indonesia.

Menurut Luhut Pandjaitan ini semua akan bergantung pada kebijakan yang dikeluarkan oleh Ukraina.

“Nggak bisa ngomong sekarang (kapan harga TBS naik). Harus lihat Ukraina, cadangan (minyak biji matahari) besar sekali tuh. Sekarang dibuka (ekspor), pajak dikurangi,” kata Luhut Pandjaitan.

Sebagai informasi, anjloknya harga komoditas Tandan Buah Segar (TBS) yang dialami oleh para petani sawit Indonesia membuat mereka pilih Malaysia untuk menjual hasil panennya.

Dalam sebuah video yang terdapat di akun Instagram @majeliskopi08 dan diunggah pada Sabtu 2 Juli 2022 terlihat beberapa truk membawa sawit ke negara tetangga Indonesia, Malaysia.

“Kita mau bawa buah ke Malaysia, kita bawa hari ini 30 ton, soalnya harga buah di Indonesia seperti kata-katanya Indra Kenz ‘Wah murah banget’,” ucap pria dalam video tersebut.

Diketahui bahwa harga TBS di Malaysia bernilai Rp3.500-Rp4.500 per kg. Harga tersebut berbanding terbalik dengan nilai TBS di Indonesia yang hanya mencapai Rp1.200-Rp1.600 per kg.