Terkini.id – Bernardo Tavares selalu tahu betul risiko melatih klub sepak bola Indonesia.
Namun, setelah tiga setengah tahun bersama PSM Makassar, ia akhirnya menyerah pada situasi yang disebutnya tak lagi bisa dipertahankan yakni keterlambatan gaji.
“Terima kasih Indonesia. Terima kasih Sulawesi, Makassar,” tulis Tavares di akun resminya.
“Terima kasih PSM Makassar.”
Pesan itu, yang ia sebut disampaikan dengan penuh kesedihan, berlanjut dengan pengakuan soal kondisi yang dialaminya sejak 2022.
- Studium Generale di Unismuh, Wamendiktisaintek Tekankan Mutu, Akses, dan Relevansi
- Fatmawati Rusdi Apresiasi Buku 'BupAAS: Jalan Pengabdian', Karya Inspiratif Penuh Referensi
- Andi Iwan Darmawan Aras Terpilih Aklamasi Pimpin HNSI Sulsel 2026--2031, Siap Perjuangkan Kesejahteraan Nelayan
- Peringati Hari Lingkungan Hidup, PJM Tanam 20 Ribu Pohon di Maros
- Tazkiyah Group Beri Hadiah Haji Khusus Gratis di Momen Perayaan Tahun Baru 1448 Hijriah
“Alasannya adalah kurangnya pembayaran gaji,” kata Tavares.
“Situasi ini sudah tidak berkelanjutan.”
Tiga Tahun yang Menyisakan Luka
Tavares datang ke Makassar dengan reputasi sebagai pelatih berpengalaman di Asia dan Eropa. Ia membentuk PSM menjadi tim juara, termasuk menorehkan gelar Liga 1 musim 2022/2023.
Namun, di balik kemenangan itu, ada cerita lain yang jarang tersorot. Gaji yang terlambat berbulan-bulan.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
