Mahasiswa Fisika UINAM Jadi Delegasi Ajang Great Indonesian Leader Summit 2019

Terkini.id, Gowa – Great Indonesian Leader Summit (GILS) 2019 merupakan konferensi pemuda nasional yang diadakan oleh Inovator Nusantara yang mana merupakan partner PBB melalui program Sustainable Development Solution Network (SDSN), yang digelar di Semarang 26 –  28 Oktober kemarin.

Hernita Sapitriani, salah satu mahasiswa semseter 5 jurusan Fisika fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM) terpilih menjadi salah satu delegasi setelah mengirim esai mengenai project yang akan dilakukan untuk mendukung terwujudnya SDG’s 2030 sesuai chamber masing – masing.

“Yang dikirim itu sebenarnya ide project yang diusulkan. Saya mengusulkan ide pemanfaatan kulit pisang kepok sebagai absorben pada filter kendaraan bermotor,” Kata Hernita, Sabtu 9 November 2019 lalu.

“Penyebab pencemaran udara di daerah perkotaan sekitar lebih dari 70% merupakan hasil emisi gas kendaraan bermotor yang mengeluarkan zat-zat berbahaya. Keberadaan zat berbahaya ini di udara akan menyebabkan menipisnya lapisan ozon sehingga terjadi climate change.

Menurut penelitian Elvitriana, Dkk (2017), adsorben dari kulit pisang dapat menyerap emisi gas buang kendaraan bermotor.

Pengaplikasian adsorben dari kulit pisang pada filter kendaraan bermotor diharapkan dapat mengurangi kandungan gas berbahaya yang dilepaskan ke udara, sehingga dapat mengurangi dampak dari perubahan iklim,” jelasnya secara rinci mengenai isi essainya.

Hernita merasa bersyukur karena bisa bertemu dengan orang-orang hebat dari berbagai latar belakang berbeda namun dengan visi yang sama untuk Indonesia yang lebih maju.

“Saya sangat berharap para pemuda generasi bangsa dapat turut berpartisipasi aktif membantu pemerintah untuk mewujudkan SDG’s 2030 melalui aksi nyata yg bisa bermanfaat bagi org banyak. Saya yakin generasi kita sekarang ( milenial) lebih mampu dan bisa memberikan konstribusi lebih melalui inovasi dan aksi2 positif,” tutupnya.

Berita Terkait
Komentar
Terkini