Terkini.id, Jeneponto – Kelompok mahasiswa penerima dana hibah Program Kreativitas Mahasiswa bidang Penerapan Teknologi (PKM-T) yang beranggotakan tiga mahasiswa yang berasal dari Universitas Negeri Makassar (UNM) melakukan penyuluhan dan pelatihan kepada kelompok masyarakat petani garam pada Minggu, 2 Juni 2019, lalu.
Kegiatan ini menyangkut tentang produksi garam menggunakan ulir filter dan geomembran, bertempat di Desa Bontorannu, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto.
Ketiga mahasiswa ini berasal dari disiplin ilmu yang berbeda di antaranya Zakia Asrifah Ramly (Biologi), Nur Ahmad (Kimia) dan Nur Asriyanti Juhaseng (Biologi) melakukan suatu kontribusi nyata kepada masyarakat khususnya petani garam.
Faktanya, Petani garam di Desa Bontorannu dalam proses pembuatan garam masih menggunakan cara konvensional yaitu menguapkan air laut didalam petak penggaraman dengan tenaga sinar matahari tanpa sentuhan teknologi apapun.
Untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan meningkatkan keahlian petani garam. Hal ini dilakukan dengan penyuluhan dan pelatihan mengenai cara pembuatan garam dengan menggunakan teknologi yang lebih modern guna menghasilkan garam yang berkualitas tinggi dengan kuantitas yang banyak.
- Pengabdian Kepada Masyarakat: UNM Sukses Melaksanakan Pelatihan Budidaya Tanaman Secara Kultur Jaringan di SMKN 3 Takalar
- Buku Bahasa Makassar Karya Prof Kembong Guru Besar FBS UNM, Resmi Diterbitkan Yudhistira
- 127 Pimpinan Prodi UNM Ikuti Workshop Pengembangan Pengukuran CPL
- Menuju Kampus Aman dan Inklusif, UNM Sosialisasikan Seleksi Terbuka Satgas PPKPT
- 3.830 Siswa Lulus SNBP 2026 di Universitas Negeri Makassar
Kegiatan ini dibuka dengan sambutan dari Ketua Kelompok Tani Garam “Biring Parang Jaya” Yaris Butung. Ia menyampaikan bahwa penyuluhan dan pelatihan ini sangat membantu masyarakat di Desa Bontorannu dalam memberikan pengetahuan dan pemahaman petani garam dalam memproduksi garam menggunakan teknologi yang lebih modern.
Oleh sebab itu, Yaris sangat mengajurkan masyarakat terutama para petani garam untuk mengikuti program pelatihan tersebut.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh 7 orang petani garam. Kegiatan ini sangat direspon baik oleh masyarakat setempat yang antusias mengikuti kegiatan, kesadaran masyarakat untuk menggunakan teknik produksi garam yang lebih modern yang dapat meningkatkan kualitas dari garam itu sendiri.
“Teknologi baru produksi garam dengan cara ulir filter geomembran merupakan inovasi peningkatan produk garam rakyat di Kabupaten Jeneponto,” ujar Zakia selaku Ketua Tim.
Teknologi pengolahan garam ini, kata dia, merupakan sebuah sistem sederhana yang mana melakukan pengaliran air laut ke dalam kolam.
“Penampungan air laut dilakukan lebih dulu, lalu air laut disaring atau menjalani proses filterisasi. Proses filtrasi menggunakan bahan yang sederhana yaitu, ijug, arang batok kelapa, batu zeolit, dan jaring,” jelasnya.
Apresiasi dari anggota kelompok petani garam Jeneponto
Syarifuddin yang merupakan salah satu anggota kelompok petani garam memberikan apresiasi penuh kepada kegiatan ini.
Menurutnya, dengan melibatkan para petani garam untuk berpartisipasi dalam penyuluhan dan pelatihan ini maka akan meningkatkan semangat dan tentunya pengetahuan baru kepada para petani garam.
“Saya berharap agar kegiatan ini tidak sampai disini saja, tetapi bisa dikembangkan lebih lanjut dan menjadi inovasi baru yang dapat meningkatkan potensi garam di Jeneponto dan dapat lebih menguntungkan untuk para petani garam,” kata Syarifuddin.
Citizen Reporter: Zakia Asrifah
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
