Mahasiswa Polbangtan Gowa membuat konstruksi Hydroponik sebagai solusi bertani dilahan sempit

Mahasiswa Polbangtan Gowa membuat konstruksi Hydroponik

Bertani itu tidak perlu kotor dan tidak membutuhkan lahan luas. Hal inilah yang mendasari Mahasiswa Polbangtan Gowa  membuat konstruksi Hydroponik sebagai alat dalam penanaman tanpa menggunakan tanah. Mereka adalah mahasiswa semester VII yang tergabung dalam jurusan penyuluhan pertanian berkelanjutan.

Ir. Faisal Hamzah, MP sebagai dosen didampingi Jati Nurcholis, S.TP, M. Si sebagai penanggung jawab laboratorium hydroponik ikut mendampingi mahasiswa tersebut.

Pendamping dan pembimbing ini berharap kepada mahasiswa untuk terus mengembangkan sistem tanam hydroponik dengan berbagai macam model konstruksi dan berharap sistem ini menjadi salah satu solusi bagi pengembangan pertanian dengan pemanfaatan lahan pekarangan.

Selain membuat konstruksi, kami juga berharap agar mahasiswa secara aktif memberikan informasi manfaat penanaman secara hydroponik kepada masyarakat. Sebenarnya ini tidak sulit dan dapat dimanfaatkan diskala rumah tangga. Misalnya memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam sayuran, ujar Faisal Hamzah.

Ilyas mahasiswa semester VII ini berucap bahwa sistem tanam dengan model hydroponik tidaklah susah karena tidak membutuhkan tanah dan lahan luas. Sistem tanam ini juga sangat menjanjikan jika terus dikembangkan dan bisa membuka lapangan pekerjaan.

Berita Terkait
Direkomendasikan
Komentar
Terkini