Mahasiswa UINAM Ikuti Konferensi Internasional Universitas Islam Se-Indonesia

UINAM
Mahasisw UINAM Muhammad Imran Nur mengikuti konferensi internasional universitas Islam se-Indonesia

Terkini.id, Makassar – Muhammad Imran Nur, mahasiswa semester 3 Jurusan Hukum Acara Peradilan dan Kekeluargaan, Fakultas Syariah dan Hukum, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM) telah mengikuti The 3rd International Students Confrence the State Islamic Institute Of Manado “Islamic Studies and Multicultural” 2019.

Islamic Studies and Multicultural ini berlangsung di Manado. Kegiatan tersebut merupakan konfrensi internasional yang melibatkan peserta 50 presenter paper terbaik yang telah lulus uji abstarak paper terbaik dari seluruh pendaftar dari Universitas atau Institut Islam Negeri se Indonesia.

“Kegiatan ini juga dihadiri serta melibat kan pembicara internasional antara lain guru besar Universitas Wisconsin Amerika, Prof. Dustin Cowell, guru besar Universitas Kebangsaan Malaysia, Prof Dr Muh Al Adib Bin Samuri, guru besar Universitas Sultan Zainal Abidin, Prof Affandi, dan pembicara lokal drai Indonesia yaitu Rektor IAIN Manado, Delmus Puneri Salim,” ujar Imran, Jumat, 29 November 2019.

‘Setelah seminar dilanjutkan dengan presentasi oleh 50 presenter terbaik yang telah diseleksi dari UIN/Institut Islam Negeri se Indonesia,” sambungnya.

Imran menjadi delegasi setelah mengirim paper mengenai Hukum Islam dengan judul “efektivitas pendidikan di era kontemporer mengahadapi hukum alam (sunnatullah) dalam menjawab gejala-gejala alam di Indonesia”.

Menarik untuk Anda:

“Gambarannya penelitian ini ingin mengetahui apakah pendidikan di era sekarang ini sudah efektif membenahi karakter bangsa karena tidak menutup kemungkinan bahwa kejadian alam yang terjadi di Indonesia adalah akibat dari kelalaian manusia sebagaiman disebutkan dalam Al-Quran,” ujarnya.

Dirinya mengaku sangat senang terlibat dalam kegiatan tersebut karena dapat menambah wawasan dan relasi sekaligus sebagai ajang pengembangan diri baginya.

Ia juga berharap agar generasi milenial menjadi generasi yang memahami nilai toleransi.

“Semoga generasi yang akan datang dapat memahami nilai-nilai toleransi tidak hanya secara tekstual tapi juga mengetahui makna serta dapat mengaplikasikannya di lingkungan di mana pun dia berada,” tutupnya.

Citizen Reporter: A. Tenriajeng

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

YESS Gelar DMF di Bone. Wakil Bupati: Kami Berkomitmen untuk Mendukung Penuh Program Ini Agar Visi-Misi YESS Tercapai

Mahasiswa UNHAS Raih Penghargaan di Ajang Debat Bahasa Inggris

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar