Mahasiswa Unhas Anarkis: ‘Banyak Luka Fisik, Tapi Luka Hati Lebih Banyak

Terkini.id, Makassar – Sejumlah mahasiswa Universitas Hasanuddin melakukan aksi unjuk rasa, tapi berujung aksi anarkis pada Kamis 2 Mei 2019.

Sejumlah mahasiswa memasang baliho ‘turunkan rektor’, dan terlibat ricuh. Fasilitas kampus pun dirusak. Kaca kantor layanan KPN Mart, Kantor Pos, hingga Bank BRI rusak dilembari batu.

Kepala Humas Unhas, Ishaq Rahman, curhat soal aksi mahasiswa tersebut.

“Aksi awalnya damai. Teman-teman mahasiswa datang dengan beberapa tuntutan (6 point), lalu diterima oleh rektor,” terangnya.

Namun, setelah rektor pergi, mahasiswa menaikkan baliho ‘turunkan rektor’, lalu melempari kaca kantor BRI, hingga beberapa satpam terluka fisik.

Menarik untuk Anda:

“Kita benar-benar menyesalkan. Apalagi sampai ada yang terluka fisik (terluka hati lebih banyak lagi).

Selengkapnya, berikut curhat Ishaq Rahman:

Kita benar-benar menyayangkan kejadian kemarin teman-teman.

Aksi yang awalnya damai, teman-teman mahasiswa datang dengan beberapa tuntutan (6 point), lalu diterima oleh rektor.

Ibu Rektor kemudian menyampaikan akan segera mempelajari dan bersikap terhadap tuntutan tersebut. Mahasiswa memaksa ibu rektor untuk menandatangani sesuatu.

Ibu Rektor mengatakan, beliau harus pelajari dulu dan melakukan cross check, utk memastikan bahwa informasinya benar.

Tapi mahasiswa tidak terima. Narasi orasi tiba-tiba berubah dari isu sentral “masalah pendidikan dan pembenahan kampus” menjadi “turunkan rektor”.

Narasi “turunkan rektor” ini tidak pernah kedengaran sejak awal mahasiswa datang. Nanti setelah ibu rektor mendengar aspirasi, barulah muncul narasi “turunkan rektor”.

Bahkan teman-teman mahasiswa rupanya sudah menyiapkan spanduk “turunkan rektor”, yang dibentangkan di hadapan ibu rektor.

Ibu Rektor tetap tenang dan menyaksikan serta mendengarkan orasi mahasiswa.

Karena sudah masuk waktu shalat ashar (suara azan dari pengeras suara di lantai 1), ibu rektor meninggalkan tempat aksi.

Pada saat akan pergi, sesaat sebelum masuk lift, ibu rektor memberi instruksi; agar mahasiswa dibiarkan melakukan aksinya, jangan diganggu, tidak boleh represif, sambil tetap menjaga fasilitas kampus.

Ibu rektor secara khusus menyampaikan kepada kepala satpam dan beberapa pejabat kampus yang ada.

Sekitar 30 menit kemudian, entah dari mana awalnya, mahasiswa tiba-tiba ingin merangsek masuk ke dalam rektorat.

Terjadi dorong-dorongan dengan aparat satpam. Para koordinator lapangan nampak tidak bisa mengatasi situasi.

Dari rekaman-rekaman video, tampak jelas ada yang memprovokasi dengan lemparan botol air mineral beberapa kali, diikuti dengan lemparan batu dan kayu dari arah kerumunan mahasiswa.

Beberapa satpam terkena lemparan. Hal ini memicu emosi satpam, apalagi sebelumnya sempat terjadi gesekan mahasiswa dengan satpam (sebelum ibu rektor datang).

Suasana kisruh berkembang menjadi tidak terkendali. Mahasiswa berlari ke arah barat (antara eks gedung FT dan gedung MIPA), ada lewat depan bank mandiri, dan kantor pos.

Pintu Bank Mandiri (terbuat dari kaca) dilempar sengaja hingga pecah (terlihat di CCTV. awalnya terkena beberapa batu, tidak pecah. Nanti dilempar dengan target baru pecah).

Bank BRI juga mengalami kerusakan lebih parah, kaca depan pecah.

(Ada pegawai Bank BRI yang sedang hamil tua kodong. Dia shock).

Kantor Koperasi juga pecah kaca. ATM BNI di Kudapan rusak (layar display sengaja dirusak). Terlihat di CCTV.

Satpam yang terlibat bentrok dengan mahasiswa kemudian mengambil beberapa orang untuk dimintai keterangan (jangan mi bayangkan ini diambil baik-baik. Kita semua tahu bagaimana situasi krisis seperti ini. Bahkan terjadi “salah ambil”).

Satpam menemukan dan mengamankan beberapa senjata tajam, termasuk clurit.

Sekitar pukul 17.00 situasi mulai reda dan berangsur kondusif.

Sekali lagi, kita benar-benar menyesalkan. Apalagi sampai ada yang terluka fisik (terluka hati lebih banyak lagi).

Setidaknya 6 orang satpam terluka. Kepala Satpam (Pak Mansyur) terluka di wajahnya, dekat mata kiri ada 2 luka).

Pak Suharman Hamzah, Direktur Komunikasi, terluka di kaki kiri.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Tak Patuhi Protokol Kesehatan, Petugas Dishub: Hanya Orang Sakit yang Pakai Masker

Umrah di Masa Pandemi Covid19? AMPHURI: Siapkan Minimal Rp38 Juta

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar