Terkini.id, Makassar – Mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) berhasil lolos penelitian yang didanai oleh Kemenristek Dikti. Dalam penelitian tersebut, mahasiswa ini membuat pengendali jamur pada ikan dari ekstrak KUPADU (kulit buah kapuk randu).
Terobosan ini didorong karena limbah kulit buah kapuk randu di daerah Sulawesi Selatan belum mendapat pengolahan atau belum dimanfaatkan secara maksimal. Saat ini, limbah dari kulit buah kapuk randu hanya digunakan untuk bahan pembakaran.
Tim penelitian mahasiswa Unhas tersebut beranggotakan Andi Sengngeng Khairunnisa, Siti Khusnul Fadhilah, dan Andi Rhenol Soebakti, dan dibimbing oleh Dr Ir Gunarto Latama MSc.
Mereka berasal dari Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Departemen Perikanan, dan Prodi Budidaya Perairan. Ketiganya memiliki inovasi memanfaatkan limbah kulit buah kapuk randu sebagai pengendali jamur pada ikan nila.
Adapun salah satu anggota tim, Siti Khusnul Fadhilah menjelaskan bahwa munculnya ide ini dikarenakan pada saat jalan/melewati pohon kapuk randu di kampus, melihat kulit buah kapuk randu banyak di tanah dan terbuang begitu saja (limbah).
- IKA Arsitektur UNHAS Siap Gelar Halal Bi Halal 2026, Perkuat Kolaborasi Alumni dan Industri
- Wakil Ketua DPRD Sulsel Yasir Machmud Raih Gelar Doktor Ilmu Politik Predikat Cumlaude di Unhas
- Usung Tema 'Tak Terulang', Angkatan 2006 Teknik Unhas Gelar Perayaan 2 Dekade
- Wadahi Minat Alumni di Bidang Olahraga Padel, IKATEK Unhas Gelar Event Padel Kozonk Sembilan
- Pengukuhan Pengurus IKATSI Periode 2025-2029 oleh DPP IKATEK Unhas, Perkuat Sinergi Alumni dan Kampus
“Selain itu, budidaya ikan nila saat ini sudah sangat berkembang pesat dan permintaan di pasaran cukup meningkat,” ujarnya kepada Media, Selasa, 18 Juni 2019.
Namun, kata dia, seiring perkembangannya budidaya ikan Nila masih terkendala dengan adanya serangan penyakit salah satunya yaitu jamur.
“Infeksi jamur pada ikan biasanya disebabkan oleh jamur dari genus Saprolegnia sp. Jamur ini timbul karena adanya luka pada tubuh ikan dan kondisi air yang buruk,” terangnya.
Ekstrak dari kulit buah kapuk randu diduga dapat meminimalisir terserangnya jamur pada ikan nila.
“Karena hasil ekstrak memiliki manfaat untuk pengobatan penyakit dan mengandung senyawa aktif sebagai anti jamur dan anti inflamasi,” ungkapnya.
Penelitian sebelumnya telah dilakukan Apriliani Sofa Marwaningtyas
Sementara itu, Ketua Tim Andi Sengngeng Khairunnisa menambahkan bahwa penelitian sebelumnya telah dilakukan oleh Apriliani Sofa Marwaningtyas mengenai manfaat abu kulit buah kapuk randu sebagai biofungisida untuk mengendalikan jamur pada tanaman cabai.
“Maka dari itu kami ingin membuat inovasi baru dan mengujicobakan hal tersebut di bidang perikanan, serta menghasilkan informasi dosis optimum dari penggunaan ekstrak kulit buah kapuk randu untuk pengendalian jamur pada ikan,” ujarnya.
Citizen Reporter: Siti Khusnul Fadhilah
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
