Makassar Terkini
Masuk

Mahfud Md Sebut Tersangka dalam Kasus Tewasnya Brigadir J Sudah Ada 3

Terkini.id, JakartaMahfud MD sebut tersangka dalam kasus tewasnya Brigadir J sudah ada tiga. Meski demikian, Ia hanya menyebut pelaku ketiga berinisial K, Selasa 9 Agustus 2022.

Menko Polhukam Mahfud Md menyampaikan ada tersangka baru dalam kasus tewasnya Brigadir J alias Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat. Ia menyebut ada tiga orang yang sudah menjadi tersangka.

“Tiga (tersangka),” sebut Mahfud ketika dihubungi detikcom, Senin 8 Agustus 2022.

Mahfud mengatakan tersangkanya merupakan Bharada E, Brigadir R, dan sopir istri Irjen Ferdy Sambo berinisial K.

“Bharada E, ajudan Bu Putri, dan sopir Bu Putri (R dan K),” ucapnya.

Diketahui Bharada E dijerat Pasal 380 KUHP jo Pasal 55 dan 56. Sedangkan, Brigadir Ricky disangkakan Pasal 340 KUHP, yaitu pembunuhan berencana.

Di samping itu, Irjen Ferdy Sambo disebut berada di Mako Brimob Polri. Sambo ditahan lantaran diduga melanggar kode etik dalam kasus ini.

Sebelumnya Mahfud MD menanggapi kabar Sambo terkait kasus pembunuhan Brigadir Yosua. 

“Ya, saya sudah mendapat info bahwa Ferdy Sambo dibawa ke Mako Brimob dan Provost,” sebut Mahfud pada keterangan tertulisnya, Sabtu 6 Agustus 2022.

Namun, saat ini belum ada keterangan resmi Polri terkait status hukum Sambo di kasus Brigadir J tersebut.

“Yang ditanyakan orang, kok ke Provost? Apakah cuma diperiksa dalam pelanggaran etik?” tanya Mahfud juga sebagai Ketua Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas).

Perlu diketahui, Brigadir Yoshua tewas di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo, Jumat 8 Juli 2022. Polisi mengatakan Brigadir Yoshua meninggal karena baku tembak dengan Bharada E.

Brigadir Yoshua adalah personel, ditugaskan sebagai sopir, kemudian Bharada E ditugaskan sebagai pengawal keluarga Sambo.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga sudah membentuk tim khusus untuk melakukan penyidikan. Kemudian, juga dibentuk inspektorat khusus (itsus) untuk menangani adanya dugaan polisi yang melanggar kode etik ketika melakukan olah TKP di rumah dinas Sambo.

Diketahui, Bharada E mengajukan diri sebagai justice collaborator (JC) untuk meminta perlindungan ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) soal kasus tewasnya Brigadir J.

Hal tersebut disampaikan oleh kuasa hukum Bharada E, Deolipa Yumara.

“Kami bersepakat, kita ajukan diri yang bersangkutan sebagai justice collaborator dan kita juga meminta perlindungan hukum kepada LPSK,” sebut Deolipa di gedung Bareskrim Polri, Sabtu 6 Agustus 2022.

Deolipa menyampaikan walau Bharada E berstatus tersangka, dia tetap harus mendapat perlindungan. Katanya, Bharada E adalah saksi kunci terkait kasus penembakan yang terjadi di kediaman Irjen Ferdy Sambo.

“Tentunya kita melihat ini penting untuk dilindungi sebagai saksi kunci walaupun tersangka,” kata Deolipa.