Mahfud Sebut Boleh Langgar Konstitusi untuk Selamatkan Rakyat, Netizen ini Malah Ibaratkan Anak Cabuli Ibunya, Kok Bisa?

Mahfud Sebut Boleh Langgar Konstitusi untuk Selamatkan Rakyat, Netizen ini Malah Ibaratkan Anak Cabuli Ibunya, Kok Bisa?

FR
Fitrianna R
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Mahfud MD baru-baru ini mengatakan bahwa di dalam hukum terdapat dalil yang berbunyi salus, populi, suprema lex.

Adapun dalil itu secara singkat mewakili sebuah prinsip di mana keselamatan rakyat dianggap sebagai hukum tertinggi.

Artinya, jikalau ada sebuah aturan yang menghambat pada upaya penyelamatan rakyat, maka aturan tersebut boleh dilanggar.

”Dalil yang berlaku umum kalau di dalam ilmu konstitusi itu adalah salus, pupuli, suprema lex. Keselamatan rakyat itu adalah hukum tertinggi. Kalau kamu ingin menyelamatkan rakyat, boleh kamu melanggar konstitusi, bahkan begitu,” ujar Mahfud pada hari Rabu lalu, 17 Maret 2021, seperti dikutip terkini.id dari Viva.

Mahfud memaparkan bahwa prinsip itu pulalah yang saat ini tengah dipegang teguh oleh pemerintah dalam penanganan Covid-19 di mana pada saat ini vaksinasi yang digencarkan oleh pemerintah memakan biaya yang sangat besar.

Baca Juga

Namun, tetap harus dilakukan tanpa mengacu lagi pada hukum anggaran sebelumnya dengan tujuan utama untuk menyelamatkan rakyat.

“Menurut hukum anggaran, kita harus sekian-sekian untuk ini, sekarang tidak. (Karena) Kita ingin menyelamatkan rakyat,” tutur Mahfud.

“Vaksin itu semua provinsi sudah dianjurkan agar dilakukan dengan cermat dan pemerintah menyediakan fasilitasnya dengan biaya yang mahal untuk menyelamatkan rakyat,” pungkasnya.

Meskipun Mahfud tampak memiliki niat baik ketika menyampaikan hal tersebut, tetapi rupanya banyak netizen yang meresponsnya dengan penuh emosi.

Salah satunya bahkan mengibaratkan ucapan Mahfud perihal bolehnya pelanggaran konstitusi demi keselamatan rakyat sebagai anak yang mencabuli ibunya.

“Ibarat menyelamatkan si ibu yang ditinggal oleh suaminya, maka anaknya dibolehkan untuk mencabuli ibunya,” tulis akun @AINK0** dikutip terkini.id via Twitter.

“Menyelamatkan warga di suatu kampung yang mayoritasnya pemabuk, maka seorang kyai di kampung itu dibolehkan ikutan mabuk juga…KOPLAKKKK,” lanjutnya.

Namun, ternyata analogi yang ia sampaikan itu turut mengundang emosi netizen lain yang membacanya karena dinilai memberikan perumpamaan yang tak sesuai konteks pembahasan.

“kau KOPLAK, nih aku beri contoh. Andai negeri kita akan diserang negara lain & saat itu presiden & wakilnya oleh suatu hal ternyata terbunuh, maka Panglima TNI menyatakan perang terhadap negara tersebut pdhl maklumat perang itu ada di tangan seorang Presiden…. paham ora son,” jelas akun @rishaf13.

“Analogimu sangat dungu, lebih dungu drpd rocky goreng. Jika ayahmu meninggalkan ibumu emang kamu mau mencabuli ibumu? Kebutuhan manusia itu tdk hanya se*…taek…emosi aku (emoji tersenyum gemas),” timpal akun @SilalahiJanna.

Sementara satu akun lainnya seolah memberi masukan secara tersirat agar sekiranya membaca sebuah pemberitaan secara menyeluruh terlebih dahulu sebelum berkoar agar tak mudah tersulut emosi semata.

“analogi yg keblinger (emoji tertawa) pasti gak baca artikelnya.. cuma tersulut oleh judul (emoji tertawa) mantab ente,” ujar akun @lotnokbersahaja.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.