Masuk

Maju di Musda Golkar Lutra, TP Sebut Indah Putri Indriani Punya Nilai Plus

Komentar

Terkini.id – Dua figur yaitu, Indah Putri Indriani (Bupati Luwu Utara) dan Arifin Junaidi (mantan bupati) bersaing berebut posisi Ketua DPD II Golkar Luwu Utara (Lutra) melalui Musyawarah Daerah (Musda).

Kedua kandidat tersebut sama-sama terkendala aturan, keduanya sebelum maju di Musda harus mengantongi terlebih dahulu diskresi dari DPP Golkar. 

Meskipun Arjuna pernah menjabat sebagai Ketua Golkar Lutra, namun ia pernah mencalonkan diri sebagai Caleg DPR RI dari Partai Amanat Nasional (PAN) pada Pileg tahun 2019.

Baca Juga: Taufan Pawe Salurkan Bantuan Sembako Golkar Sulsel untuk Korban Puting Beliung di Barru

“Meskipun Arjuna pernah di Golkar tapi pernah pindah sejenak di partai lain dan anaknya juga masih di partai lain, sehingga Arjuna harus membutuhkan diskresi,” kata Ketua DPD I Golkar Sulsel, Taufan Pawe (TP) usai menjadi ketua panelis fit and proper test Calon Ketua Golkar Lutra, di Kantor DPD I Golkar Sulsel, Jalan Botolempangan Makassar, Jumat 24 Juni 2021.

Sementara Indah Putri juga membutuhkan diskresi, sebab ia belum cukup lima tahun menjadi kader Golkar. Selain itu, sebelum masuk menjadi kader Golkar, ia juga pernah menjabat sebagai Ketua Partai Gerindra Lutra.

Meskipun demikian, namun Indah Putri memiliki nilai plus sebagai kandidat di Musda Golkar Lutra. Selain karena bupati, Suami Indah yaitu, Muhammad Fauzi merupakan anggota DPR RI Dapil Sulsel III dari Partai Golkar.

Baca Juga: Sekjen Golkar Minta Taufan Pawe Maju Caleg DPR RI Dapil Sulsel II

“Indah ada nilai plusnya, nilai plusnya itu tidak bisa dipungkiri karena suaminya (Suami Indah) adalah orang yang memotori pembangunan di Luwu Utara, itu menurut saya,” ungkap TP yang juga Wali Kota Parepare ini.

Meskipun demikian, namun kata TP, DPD I Golkar Sulsel akan mengusulkan kedua nama tersebut ke DPP untuk mengeluarkan diskresi.

“Kita akan kirim permohonan diskresi sekaligus melampirkan hasil fit and proper test,” pungkasnya.