Meski mengalami peningkatan, Dinsos Makassar masih menemukan sejumlah kendala dalam pelaksanaan pendataan. Salah satunya adalah koordinasi antara RT/RW dengan petugas pendataan atau IPSSM yang belum optimal di beberapa wilayah.
Andi Bukti mengatakan, persoalan koordinasi tersebut dalam beberapa kasus dipengaruhi hubungan personal antara petugas di lapangan.
“Masih ada wilayah yang mengalami kondisi di mana RT/RW belum dapat berkoordinasi dengan baik. Ini terkait masalah pribadi,” ungkapnya.
Selain persoalan koordinasi, Dinsos juga menemukan adanya warga dari kelompok ekonomi menengah ke atas yang enggan mengikuti proses pendataan atau asesmen.
Menurut Andi Bukti, sebagian masyarakat masih menganggap pendataan Perlinsos hanya berkaitan dengan penerimaan bantuan sosial (bansos).
- MABA Polbangtan Kementan Tegas Tolak Narkoba, Judi Online, dan Kekerasan di Area Kampus
- Pertamina Patra Niaga Sulawesi Perkuat Kesiapsiagaan Pasokan Avtur di Bandara Sultan Hasanuddin
- Pelindo dan BNN Sulsel Perkuat Edukasi Anti Narkoba di SMA Negeri 1 Makassar
- Honda Supra Fit 2003 Temani Guru Menembus Pelosok Sulbar, Tak Pernah Mau Dijual
- PSM Makassar Luncurkan Jersey Musim 2026/2027, Asmo Sulsel Turut Meriahkan PSM Fest
Karena itu, Dinsos Makassar akan terus melakukan edukasi agar masyarakat memahami bahwa pendataan Perlinsos Digital tidak semata-mata berkaitan dengan bansos, tetapi juga bertujuan membangun basis data perlindungan sosial yang lebih akurat.
“Karena itu, kami Dinsos Makassar akan terus melakukan edukasi kepada masyarakat bahwa pendataan Perlinsos Digital yang lebih akurat,” tutup Andi Bukti. (*)
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
